Gelar Juara Dunia Lari Lalu Muhammad Zohri dan Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat

juara dunia lari lalu muhammad zohri

Video Juara Dunia Lari Lalu Muhammad Zohri sebagai pemenang jarak 100 meter putra menjadi viral. Dia berhasil mengalahkan dua atlit dari Amerika serikat yang lebih difavoritkan dibandingkan dirinya.

Kemenangannya dirayakan begitu bayak orang dari pengguna medsos, artis, menteri, hingga Presiden Joko Widodo. Video lomba larinya berseliweran di timeline medsos.

Siapa yang tak bangga, baru kali ini Indonesia bisa juara lari di kelompok umuar 20 tahun. Siapa sangka atlit lari dari Nusa Tenggara tersebut tampil apik dalam kejuaraan yang digelar oleh Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF World U-20 Championship).

Tidak lama beredarnya video kemenangan sang atlit, video tentang kondisi rumahnya turut menjadi viral. Juara Dunia Lari Lalu Muhammad Zohri berasal dari keluarga miskin dengan kondisi rumah yang sudah yang dinilai sangat memprihatinkan.

Baca yuk : Puncak Kegiatan Bersama Desa Binaan Perpuseru di Yogyakarta

Rumahnya yang reot tersebut berada di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Bara, Kec. Pemenang, Lombok Utara sontak menjadi sorotan. Banyak netizen yang meminta pemerintah menaruh perhatian atas nasib Juara dunia lari MUhammad Zohri.

Presiden Joko Widodo dan Menteri Olahraga Pemuda & Olahraga pun bergerak cepat. Presiden menjanjikan perbaikan rumah dan Pak Menteri memberikan beasiswa kepada atlit tersebut.

Dari kabar berita viral tersebut, sebenarnya ada persoalan mendasar yang terkuak yaitu potret kemiskinan yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tidak Hanya Juara Dunia Lari Lalu Muhammad Zohri, 15,05 % Hidup Dalam Kemiskinan

Berdasarkan data yang dirilis di website BPS, penduduk dalam kondisi miskin di Nusa Tenggara Barat mencapai 748.120 orang atau 15,05 persen. dari perkiraan total 4.896.162 jiwa.

Meski, dari data BPS menunjukkan penurunan angka kemiskinan dari tahun sebelumnya, tetapi kondisi tersebut pernah menjadi sorotan dari Pemerintah pusat. Karena begitu banyak rakyat miskin di NTB

Penyebab kemiskinan di NTB lebih dipengaruhi kerentanan penduduk terhadap kemampuan membeli komoditas makanan, seperti membeli beras, cabai rawit, telur ayam ras, mi instan, dan bawang merah. Pengeluaran lainnya yang membebani kehidupan keluarga miskin yaitu pembelian rokok.

Sementara komoditas bukan makanan juga berdampak kepada kemampuan ekonomi keluarga miskin adalah perumahan, biaya pendidikan, bahan bakar minyak dan kenaikan tarif listrik.

Dari data kemiskinan dan penyebab kerentanannya, orang banyak tentu harus membuka mata, bukan keluarga juara dunia lari Lalu Muhammad Zohri saja. Tetapi ratusan ribu orang di NTB hidup dalam lingkaran hidup kemiskinan.

Baca juga : Peran Penting Perempuan di Dapur Dalam Acara Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi

Prestasi Bisa Menyelamatkan Atlit dari Kemiskinan

Juara Dunia Lari Muhammad Zohri bakal ketiban rezeki, akibat viral dari prestasinya. Pemerintah mau tak mau tidak bisa tinggal diam. Desakan dari berbagai pihak pun membuat pemerintah menjanjikan bonus hingga beasiswa.

Ibaratkan bunga, nama atlit NTB itu wanginya akan semakin semerbak. Nasibnya mungkin akan berubah seiring prestasi demi prestasi yang diraihnya.

Hal yang menarik dari kasus sang atlit adalah komentar sebagian orang yang mengatakan pemerintah kok tidak perhatian atas kondisi si atlit. Seolah pula dia datang sendirian dalam kejuaraan terebut.

Padahal, kiprahnya tidak lepas dari program pelatihan yang dibuat oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) sehingga menjadi juara dari tingkat nasional dan internasional.

Nah, dari prestasi demi prestasi dengan gelontoran hadiah dan bonus membuat atlit menambah penghasilannya. Ketika semakin berprestasi, maka kehidupan pun akan semakin membaik.

Tidak banyak atlit berprestasi, Semoga Lalu Muhammad Zohri menjadi juara lagi. Prestasi itulah yang bisa menyelamatkan keluarganya dari kondisi kemiskinan.

One thought on “Gelar Juara Dunia Lari Lalu Muhammad Zohri dan Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.