Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Kabar Indonesia

Angka Kemiskinan Di Jawa Barat Menurun?

Pada 15 Juli 2019, Badan Pusat Statistik merilis Berita Resmi Statistik : Kemiskinan dan Ketimpangan di Jawa Barat Maret 2019. Dari data yang dipaparkan BPS, angka kemiskinan di Jabar ternyata menurun. Percayakah Anda dengan kabar tersebut?

Kemiskinan di Jawa Barat Ternyata Menurun Berdasarkan Data BPS

Berdasarkan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional yang datangnya dihimpan pada Pada Maret 2019, Tingkat Kemiskinan di Jabar sebesar 6,91 Persen dengan persentase Ketimpangan Pendapatan Sebesar 0,402.

Begini penjabarannya:

    • Jumlah penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan pada September 2018 adalah 3.539,40 ribu jiwa. Apabila dilihat dari persentase sekitar 7,25 persen.
    • Pada Maret 2019, angka kemiskinan menjadi 3.399,16 ribu jiwa atau 6,91 persen. Sehingga, tingkat kemiskinan terjadi penurunan sebesar 140,2 ribu jiwa.

Apabila dilihat dari garis kemiskinan (GK) Jawa Barat mengalami kenaikan sekitar 3,99 persen dari Rp.371.376,- per kapita per bulan pada September 2018. Angka tersebut berubah menjadi Rp. 386.198,- per kapita per bulan.

Jadi kesimpulan, penduduk Jawa Barat mengalami peningkatan dari sisi pengeluaran pada Maret 2018 dibandingkan September 2019.

Kalau dilihat dari daerah tempat tinggal, selama periode September 2018 – Maret 2019 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan atau perdesaan turun sebesar 67,57 ribu jiwa dan 72,67 ribu jiwa.

Tetapi, angka kemiskinan wilayah perdesaan ternyata lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Persentase kemiskinan di perkotaan sekitar 6,03 persen. sedangkan di perdesaan 9,79 persen.

Pada rentang waktu dari tahun 2014-Maret 2019, tingkat kemiskinan di Jawa Barat mempunyai tren penurunan dari sisi jumlah maupun persentasenya. Kalau tingkat kemiskinan tahun 2014 sebesar 9,44 persen, nah per maret 2019 menjadi 6,91 persen. Tingkat kesejahteraan menjadi membaik dalam rentang waktu 5 tahun.

Baca juga:

Repot Enggak Sih Menyiapkan Perlengkapan Siswa Sekolah Alam?

Potret Bangunan Sejarah Lawang Sewu Semarang, Emang Benar Pintunya Seribu?

Lalu Apa saja yang Menyumbang Terbesar Terhadap Garis Kemiskinan?

Menariknya, rokok menjadi salah satu di antara 5 komoditi yang menyumbang Garis Kemiskinan di Jawa Barat. Pada Maret 2019, lima komoditi makanan penyumbang terbesar GK diperkotaan, sebagai berikut:

    1. Beras (23,18%),
    2. Rokok (12,58%),
    3. telur ayam ras (4,96%),
    4. daging ayam ras (4,91%), dan
    5. kopi bubuk dan kopi instan (3,14%).

Sedangkan lima komoditi penyumbang terbesar GK di perdesaan, sebagai berikut:

    1. Beras (29,68%),
    2. rokok (10,10%),
    3. telur ayam ras (4,94%),
    4. daging ayam ras (3,65%) serta
    5. kopi bubuk dan kopi instan (3,09%).

Demikianlah data tentang kondisi kemiskinan di Jawa Barat. Menurut pembaca budiman, Anda sudah membaik atau belum tingkat kesejahteraanya?

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close