Akhirnya Pihak UGM Membuat Siaran Pers Menyikapi Kasus Perkosaan Mahasiswa UGM oleh Teman KKN

kasus perkosaan mahasiswa UGM

Setelah menjadi ramai dibicarakan, kasus perkosaan Mahasiswa UGM saat KKN ditanggapi oleh Pihak UGM Melalui Siaran Pers Nomor 794/HMP/2018. Bagi yang ingin mengetahui latar belakang kasus perkosaan mahasiswa tersebut bisa membaca LAPORAN UTAMA www.balairungpress.com yang berjudul Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan.

Setelah kasus perkosaan Mahasiswa UGM berlarut-larut sejak tahun 2017 dan tidak mendapat kejelasan hingga tahun 2018. Sementara pelaku tidak mendapat sanksi, bahkan malah hampir lulus, balairungpress mengungkit persoalan kekerasan seksual tersebut kembali. Hingga mendapat respon dari Pihak UGM.

Apalagi terdapat petisi yang dibuat di Change.org dengan judul Usut tuntas kasus pemerkosaan KKN UGM membuat banyak orang membuka mata bahwa kasus perkosaan belum diselesaikan hingga setahun kemudian.

Baca juga : Sudah Dibilang Jangan Dibagikan di Grup WhatsApp, Kan Jadi Bikin Orang Berantem

Siaran Pers UGM mengenai Kasus Perkosaan Mahasiswa UGM

Siaran Pers Menanggapi Kasus Perkosaan Mahasiswa UGM
Siaran Pers Menanggapi Kasus Perkosaan Mahasiswa UGM. Sumber: https://twitter.com/UGMYogyakarta

Dituliskan di Siaran Pers, Pihak UGM merespon pemberitaan terhadap laporan tindak pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa UGM. Ada beberapa poin yang menjadi catatan penting dari tanggapan pihak UGM terhadap kasus kekerasan seksual tersebut, antara lain : PIhak UGM mengupayakan agar pihak penyintas/ korban perkosaan memperoleh keadilan. Pihak UGM juga akan memberikan perlindungan, membuat rekomendasi kepada pemimpin Universitas, dan membawa langkah nyata kasus akan dibawa ke ranah hukum.

Karena, pengungkapan kasusnya sudah berlarut-larut tindak lanjut terhadap siaran pers dari Pihak UGM perlu terus diperhatikan, agar kasus benar-benar diselesaikan. Apalagi terdapat poin membawa kasus perkosaan mahasiswa UGM ke ranah hukum.

Banyak pihak yang memang mempertanyakan kenapa pelaku tidak mendapatkan sanksi, bahkan hampir menyelesaikan studinya di UGM. Dari pihak investigasi pun tidak memberikan rekomendasi yang tegas, hanya berupa permintaan maaf dan konseling. Pelaku tidak dapat dikeluarkan dengan alasan tidak ada rubrik yang mengatur sanksi memecat mahasiswa pelaku kekerasan seksual.

Baca juga : Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Pesawat, Kamu Mungkin Sering Melanggarnya

Kurangnya Rasa Empati Terhadap Korban Perkosaan

Dari kasus perkosaan Mahasiswa UGM tampak tidak tegasnya pihak UGM, padahal telah menurunkan pihak investigasi untuk memeriksa kasus tersebut. Pelaku dapat terus melenggang bebas menjadi mahasiswa, dan menempuh pendidikan di universitas yang sama dengan korban.

Padahal, korban perkosaan atau kekerasan seksual telah mendapat perlakuan buruk yang tidak bisa dilupakan seumur hidupnya. Bahkan untuk menyatakan akan mendapatkan “keadilan” pun tidak akan pernah membuang luka batin dari korban. Apalagi, kebanyakan korban malah ditempatkan dalam posisi yang turut “bersalah”.

Hal tersebut yang membuat korban semakin enggak menceritakan kejadian, karena ketakutan tidak didengarkan apa yang telah dialaminya. Disisi lain, pelaku terus melenggang bebas dan tidak mendapatkan sanksi yang tegas.

Sadari bahwa, dampak psikologis begitu berat bagi korban dan dapat membekas sangat lama. Jangan sampai kasus perkosaan didiamkan begitu saja dan kasusnya malah dipandang sebelah mata. Apalagi malah turut menyalahkan korbannya atas kekerasan seksual yang mendera dirinya.

One thought on “Akhirnya Pihak UGM Membuat Siaran Pers Menyikapi Kasus Perkosaan Mahasiswa UGM oleh Teman KKN”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.