Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Indonesian Corner

Tenaga Kesehatan Bukan Garda Terdepan, Andai Saja…

Banyak orang yang beranggapan bahwa tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan wabah covid-19. Istilah dan penggunaan tersebut mungkin tepat saat kondisi sekarang ini. Namun, para tenaga kesehatan harusnya bukan garda terdepan dalam perang melawan virus corona. Dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya berdiri di barisan belakang dan selayaknya menjadi garis pertahanan terakhir.

Andai tenaga kesehatan bisa mencurahkan kata hatinya, mereka mungkin ingin pertarungan melawan COVID-19 tidak sampai ke tangan mereka.

KARENA GARDA TERDAPAN MELAWAN PANDEMI SAAT INI ADALAH KITA.

Seluruh bagian lapisan masyarakat dengan tugasnya untuk menjaga agar kita tidak terpapar virus berbahaya ini. Tugas dari pelayanan kesehatan masyarakat adalah mengenai cara pencegahan. Tenaga kesehatan dalam gugus kesehatan masyarakat mencegah masalah kesehatan yang lebih besar. Mereka butuh peran kita sebagai garda terdepan untuk terus berjaga.

Caranya adalah :

  1. Praktikkan social distancing dan mencengah penularan dengan tidak berkumpul dengan banyak orang dengan segala cara yang bisa dilakukan.
  2. Kita bisa berjaga dengan menerapkan hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  3. Mari berjaga dengan cara mengisolasi diri ketika muncul gejala penyakit.
  4. Semoga tenaga kesehatan dari negara mana pun bisa menemukan vaksin untuk memenangkan peperagan melawan COVID-19.

Maka, mari kita mengambil posisi di garda terdepan. Jangan biarkan tenaga kesehatan meninggal dalam peperangan. Mereka seharusnya menjadi barisa pertahanan terakhir dan kita harus mencegah jangan sampai kita membawa wabah virus corona kepada mereka. Kita harus saling membantu. Semoga kita bisa saling melindungi diri.

Pemerintah Harus Tegas Membuat Aturan untuk Menolong Garda Terdepan

Sayangnya kondisi saat ini sebaliknya, dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya malah menjadi garda terdepan. Dimana pasukan bersenjata dan tenaga keamanan di negeri ini. Jawabannya kembali lagi kita semua, tetapi itu tidak cukup jika pemerintah masih tidak membuat aturan yang jelas mengenai kondisi gawat darurat COVID-19.

Cobalah tegas dengan menerapkan salah satu usulan, mau itu LOCKDOWN atau KARANTINA WILAYAH. Kalau pun akhirnya diambil Karantina Wilayah dengan menutup perbatasan penghubung antara kota. Lakukan dengan serius. Seperti usualan dari Kawalcovid19.id.

Siapkan setiap faskes di Indonesia dengan protapnya yang jelas cara menangani pasien dengan gejala COVID-19. Setiap warga harus diedukasi kebiasaan personal hygiene yang baik, cuci tangan menggunakan sabun, physical distancing. Semua orang harus bertanggung jawab membatasi interaksi sosial.

Kenyataannya wabah ini terus menyebar, namun bisa dikendalikan pertumbuhan kasusnya. Jika Pemerintah semakin serius menanganinya. Kalau ada kasus baru pasien positif virus corona, maka dilakukan contact tracing kasus dan lakukan isolasi kontak tersebut. Peperangan melawan virus corona akan semakin sulit, kalau jumlah pasien semakin tak terkendali. Hingga akhirnya, kapasitas rumah sakit tidak mampu menangani kasus barunya. Maka mari Pemerintah harus tegas, dan mari menangkan pertarungan melawan virus yang mewabah di dunia ini.

Baca juga : KRESEK HITAM BERISI BERAS DAN KELANGSUNGAN HIDUP KELUARGA ARUS BAWAH SAAT WABAH VIRUS CORONA

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close