Indonesian Corner

Curahan Hati Sopir Ambulan Jenazah COVID-19 di Jakarta : Mengantar Puluhan Jenajah Setiap Hari

Seorang Sopir ambulan mengantar jenazah di Kota Jakarta meluapkan jeritan hatinya tentang semakin banyak mayat haru dikuburkan dengan Protap Covid-19 setiap hari. Petugas dibagi membawa mobil dan khusus menguburkan jenazah. Ia harus menjalankan tugas meski merasa khawatir. Apalagi jumlah orang meninggal semakin banyak. Awalnya biasa melakukan tugasnya, namun jumlahnya malah bertambah banyak.

Ia mengungkapkan masyarakat harus tahu kalau petugas penguburan jenazah virus corona semakin bertambah. “Masyarakat harus mengikuti aturan pemerintah untuk diam di rumah, jalanan masih macet, “katanya kepada Najwa Shihab. Muhammad Nursyamsurya Namanya ingin berteriak dijalanan meminta tolong masyarakat agar terus diam di rumah. Anda masyarakat tahu berapa jumlah yang jenazah yang dikuburkan, tanpa diantar dan didoakan keluarga. Mayat langsung masuk ke liang lahat.

Sopir Ambulan Pengantar Jenazah COVID-19 Berulang Kali Meminta Masyarakat Tetap Berada di Rumah

Pak Syam berulang kali meminta masyarakat tetap di rumah, karena tidak tahu sampai kapan menjalani hidup seperti masa darurat COVID-19. Sementara sebentar lagi memasuki bulan puasa dan menyambut Hari Lebaran. “Tolong buat masyarakat diam di rumah selama 14 hari, ” Pak Syam sambil menangis meminta tolong. Perih yang dirasakannya karena setiap hari harus terus bertugas.

Waktunya semakin banyak dihabiskan untuk menangani mayat virus corona. Katanya Jakarta masih terlalu banyak orang ke luar rumah dan sampai tengah malam pun masih macet. Ia semakin merasa sedih karena ditelpon setiap hari untuk menguburkan jenazah dengan protokol penguburan.

Tolong bantu tetap berada di rumah. Mohon tidak berada di luar rumah, kalau tidak ada hal sangat penting. Mohon tetap di rumah. Ikuti instruksi pemerintah. Tidak ada macet Jakarta seperti biasa. Hingga puluhan mayat yang harus dikuburkan setiap hari. Pak Syam (Mata Najwa)

Ia  merasa sebenarnya merasa khawatir sebagai sopir ambulan mengantar mayat, namun tetap harus menjalankan tugas setiap hari. “Mayarakat tidak ada yang mengerti dan cape tetapi masyarakat tidak mengerti,” nada bicara semakin bergetar. Keluarganya merasa khawatir yang sama dan anak-anaknya sering bertanya kapan pulang. Karena harus berada di rumah sakit, tanpa bisa pulang ke rumah sendiri. Pak Syam bertugas dengan menggunakan APD lengkap.

Baca juga : Paket Sembako untuk Guru Honorer Pelosok Sukabumi

Ia meminta jangan ada orang yang menolak jenazah. Karena petugasnya menggunakan APD lengkap. Saat ini, semua kebutuhan tugasnya selalu dilengkapi oleh pimpinannya. Bahkan, kalau pulang ke rumah pun dirinya harus disemprot.

Tugasnya yang berat membuat dirinya tidak bisa bersosialisasi dan langsung pulang ke rumah. Ia tidak mau menjadi penyebab sebagai orang yang menjadi pembawa virus corona. Maka, masyarakat harus mengerti kalau COVID-19 sangat berbahaya dan sebaiknya tetap berada di dalam rumah. Petugas penguburan sangat berat tugasnya sampai tidak bisa bergaul dengan tetangganya.

Tulisan di buat berdasarkan Acara Televisi Mata Najwa yang Dipandu Najwa Shihab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *