Sat. May 25th, 2024
    Protokol Kesehatan Kurban Pakai MaskerProtokol Kesehatan Kurban Pakai Masker

    Kang emil mengeluarkan pesan agar penyembelihan hewan kurban harus pakai masker dan sarung tangan. Begitu pula, orang yang bertugas merecah harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Kondisi perayaan Hari Raya idul Adha akan sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, disebabkan masa pandemi COVID-19.

    Sebagai Guburnur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga meminta panitia kurban menghindari kontak fisik dan kerumunan. Tidak banyak orang yang berkumpul ketika proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Beliau tidak mengizinkan pembagian daging kurban secara fisik di tempat pemotongan. Daging kurban harus dibagikan secara door to door.

    Kang Emil mencontohkan kupon yang akan diberikan kepada para mustahik harus dituliskan “tunggu di rumah”. Para anggota karang taruna dan PKK bisa dilibatkan menjadi relawan untuk menyalurkan daging hewan kurban.

    Selain Pakai Masker, Panitia Kurban Diminta untuk Menggunakan Besek

    Kang Emil meminta panitia kurban menggunakan besek sebagai wadah daging kurban. Beliau menilai wadah besek dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan ramah lingkungan. Kantong plastik dilarang untuk dipakai.

    Selain itu, Kang Emil juga merekomendasikan untuk melakukan jual-beli secara daring. Agar tidak terjadi kerumunan dan menekan potensi penularan COVID-19. Jadi, jual belinya tanpa sentuhan dan dilakukan secara online. Lokasi penjualan hewan kurban disarankan di tempat terbuka dan luas. Para pembeli bisa leluasa bergerak dan tidak terjadi kerumunan ketika transaksi pembelian sapi dan domba.

    Tempat perdagangan hewan dilarang di tempat sempit dan lembab. Pedagang yang meletakkan Sapi dan domba di pinggir jalan harus ditegur. Belaiau juga meminta penggunaan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) lebih dimaksimalkan. Sehingg,  mampu meminimalisir antrean. Pemotongan hewan kurban tidak mesti dilakukan pada Hari H, bida dilaksanakan pada hari H+1 sampai H+3.

    Kang Emil mengimbau, lanjut usia (lansia) dan anak-anak untuk tidak melaksanakan salat Iduladha berjamaah karena rawan terinfeksi COVID-19. Pelaksanaan salat Iduladha harus sesuai dengan syariat Islam dan menerapkan protokol kesehatan.

    Anak-Anak dan Orang Lanjut Usia disarankan tidak melakukan salat Idul Adha demi menjaga keamanan dan kesehatan. Orang yang menjalankan ibadah salat harus mengikuti AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Sosialisasi Protokol Kesehatan Penyembelihan Hewan Kurban Telah Dilakukan

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan akan melakukan pemeriksaan hewan kurban 14 hari sebelum hari raya Iduladha. Sosialisasi protokol kesehatan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban telah dilakukan kepada 27 kabupaten/kota.

    Hewan kurban diperiksa untuk memastikan sudah sesuai kriteria ASUH. Ribuan petugas dan dokter hewan diterjunkan untuk melakukan pengawasan hewan kurban. Lalu, DKPP Jabar melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

    Setidaknya 260 orang dari DKPP Jabar dan kota/ kabupaten dan 300 orang juru sembelih hewan akan dilibatkan. Sisanya para dokter hewan dari PDHI serta mahasiswa kedokteran hewan terlibat dalam memeriksa hewan kurban.

    Informasi Protokol kesehatan lainnya: Masker Adalah Teman Bagi Hidup Kamu dan Gunakan dengan Benar

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *