Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Indonesian Corner

Nasib Bu Yuli Mati Kelaparan dan Rasa Empati Terhadap Tetangga Kita yang Miskin

Nasib bu Yuli Mati Kelaparan menambah rasa terkejut mendengar nasib keluarga miskin yang tidak bisa makan. Kini ia telah tiada. Nama lengkapnya Yuli Nur Amelia (42), menetap di Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Dari sisi status ekonomi, keluarganya termasuk keluarga miskin, buktinya mereka tak mampu membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi gawat darurat kesehatan COVID-19 Indonesia membuat kondisi kehidupan keluarganya semakin terpuruk. Suaminya tak mampu menghidupi kehidupan dirinya dan empat orang anak. Setelah menahan lapar selama dua hari, akhirnya bala bantuan pun datang dari relawan dan pemerintah. Namun apa daya, Bu Yuli meninggal dunia pada 20 April 2020.

Hidup sebagai warga miskin memang berat, suaranya tak terdengar, dan hanya biasa berdiam diri ketika tak ada makanan yang bisa dikunyah. Hidup yang prihatin dalam jerat kemiskinan hingga ajal menjemput, itulah yang dirasakan Bu Yuli.  Andai saja ada teman, kerabat, dan tetangga yang menaruh iba mungkin tidak terjadi kejadian yang dialami keluarganya.

Jangan Sampai Nasib Seperti Bu Yuli Mati Kelaparan

Nasib keluarga miskin menjadi semakin buruk selama masa pandemi virus corona belum berakhir, tidak punya makanan di rumah, dan tidak punya sisa uang untuk belanja esok hari. Belum lagi harus memberi makan kepada anak-anak hingga 4 orang. Kebutuhan makan anak-anak merupakan menjadi beban pengeluaran yang tak mampu ditanggung lagi. Kalau tidak punya uang, keluarga hanya bisa berdiam diri di rumah menahan lapar dan minum air putih seperti yang dilakukan bu Yuli.

Situasi tersebut seharusnya tak terjadi, andai kehidupan lingkungan ketetanggaan masih memiliki rasa kepedulian dan empati. Kita akan tahu bagaimana kondisi kehidupan masyarakat satu lingkungan tempat tinggal. Bagaimana nasib keluarga si Fulan hari ini. Apakah tetangga kita sudah makan atau belum hari ini. Kalau belum makan, maka menjadi kewajiban tetangga menyokong kebutuhan pangan satu keluarga.

Ingatlah tetangga yang pada akhirnya juga peduli kepada keluarga kita ketika sedang berduka dan kemalangan. Tidak ada salahnya membantu mereka yang membutuhkan makanan. Bantulah orang-orang terdekat, bekunjung, dan bertanyalah kepada mereka.

Di luar sana banyak keluarga yang hidupnya semakin melarat, kehilangan pekerjaan, dan  tak mampu membeli kebutuhan makan sehari-hari. Nasib Bu Yuli adalah realita kehidupan kalau tetangga belum tentu tahu nasib keluarga di sekitar tempat tinggalnya. Jangan sampai terjadi kelaparan pada keluarga yang nasibnya tak seberuntung kita.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close