Thu. Apr 25th, 2024
    Menkes Terawan Layak Menjadi Orang Pertama di Suntik Vaksin COVID-19Menkes Terawan Layak Menjadi Orang Pertama di Suntik Vaksin COVID-19

    Menkes Terawan disuntik vaksin COVID-19 pertama kali itu ide brilian. Jadi tidak usah tunjuk sana sini. Sebagai Menteri Kesehatan harus berani menunjuk diri sendiri sebagai relawan utama di suntik vaksin. Kalau boleh ajak sekalian jajaran staf kementerian pengambil kebijakan saat ini.

    Seperti yang dilakukan oleh Gubernur Ridwan Kamil. Beliau berani kok mengambil inisiatif menjadi relawan ujicoba vaksi  virus corona. Hasilnya, publik menjadi percaya dan mau juga jadi relawan ujicoba vaksin COVID-19 dari Bandung Jawa Barat. Kalau langkah itu priotitas penyuntikan vaksin diambil Menkes Terawan, rakyat Indonesia mungkin langsung mau disuntik vaksin.

    Sebagai garda terdepan penanganan virus corona, sudah selayaknya Menkes bersedia divaksin lebih dulu. Jadi tidak langsung menunjuk dokter dan tenaga kesehatan lain yang tunjuk duluan. Para dokter pasti tidak menolak vaksin asalkan diberikan contoh dulu dari sang Menteri Kesehatan.

    Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar IDI (Satgas Covid-19 PB IDI) Prof. Zubairi Djoerban juga mengungkap, “Belakangan ini ada pihak yang anggap saya atau IDI menolak vaksin. Itu anggapan yang tidak benar.” Beliau meminta publik jangan salah tafsir dan ucapannya diambil sepotong-sepotong. Organisasi IDI mendukung vaksinasi dengan catatan setelah izin edar darurat (EUA) BPOM keluar.

    Selain itu, Prof. Zubairi juga meminta, “Ada baiknya Indonesia memakai role model untuk memberi rasa aman kepada publik. Misalnya vaksinasi dilakukan lebih dulu kepada para menteri, influencer atau wartawan. Berikutnya baru dokter.” Intinya dokter tetap bersedia menjadi bagian yang mendapat vaksinasi.

    Ketika Waktunya Vaksin Diumumkan Bisa Digunakan Saat itu Pula Menkes Terawan Mengumumkan Disuntik Pertama Kali

    Pemerintah belum mengumumkan waktu pasti penyuntikan vaksinasi. Bahkan BPOM belum dapat data yang cukup dari Sinovac untuk terbitkan EUA. Prof Zubairi berharap BPOM tidak memaksakan untuk mengeluarkan izin edar darurat vaksin karena sangat terkait dengan nyawa seseorang. Catatannya, adalah izin edar darurat (EUA) dikeluarkan ketika vaksin sudah terbukti efektif secara ilmiah.

    Jika nanti waktunya tiba vakasinasi dimulai, ayolah Menkes Terawan langsung muncul ke publik sebagai orang pertama yang disuntik vaksin. Hal itu akan memberikan tingka kepercayaan publik yang tinggi nantinya.

    Sementara itu, Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menjeaskan masyarakat sangat penting mendapat vaksinansi dalam masa pandemic. Tujuannya demi terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok. Sehingga, sebagian masyarakat lainnya yang tidak memperoleh vaksinasi ikut terlindungi.

    Kondisi kekebalan komunitas bisa didapatkan jika masyarakat yang sehat dan memenuhi kriteria melakukan vaksinasi. Pemberian vaksin diharapkan memberi manfaat efikasi dan efektivitas. Aspek efikasi ialah tingkat kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan individu.

    Kedua adalah efektivitas. Kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu secara luas. Sehingga, pandemi COVID-19 dapat dikendalikan dan kondisi jauh lebih membaik tanpa darurat kesehatan lagi.

    Artikel menarik lainnya: Pembengkakan Jantung Usia Muda : Kenali Bahaya dan Gejalanya yang Terjadi Pada Tubuh

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *