Thu. Apr 25th, 2024
    Makan anjing dengan sayur kolMakan anjing dengan sayur kol

    Makan daging anjing dengan sayur kol, apakah Anda Pernah duduk di antara jamuan makan bersama? Saya tentu saja pernah ikut jamuan tersebut, tapi kayaknya tidak pakai sayur kol pada waktu itu. Apa rasanya daging anjing? Saya ndak tahu. Ndak ikutan makan itu hewan yang sudah menjadi teman manusia bagai kempompong. Saya memang ikut duduk bersama dalam lngkaran pesta itu saja.

    Acara itu sendiri pesta wisuda seorang kawan. Ada rupa makanan daging yang disajikan, ayam, babi, dan anjing. Tidak lupa pula bir tentunya. Pesta-pesta tanpa ada bir apa jadinya kawan. Tapi persoalannya bukan soal makan daging anjing dan babi itu saja.

    Ada nilai dibalik diadakan pesta itu yaitu rasa kebersamaan, saling dukung, memberi selamat, dan memberi doa juga. Tidak cuma sekali melihat langsung orang makan daging yang haram versi umat Islam ini. Lah kalau kerja penelitian dan sedang ada pesta makan babi dan anjing, masa saya pamit pergi begitu saja. Tidak semudah itu Jainudin. Kita harus hormati itu tuan rumah punya pesta.

    Bukan Soal Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol

    Soal makan daging anjing ini kayaknya harus dilihat lebih jauh dari kebiasaan masyarakat setempat dan budaya yang telah mengakar dari suatu community. Misal nih, pesta pernikahan di Sumba, selain kuda, kerbau, dan babi, Anjing ternyata termasuk dalam seserahan balasan dari keluarga istri. “Kalau keluarga laki-laki kasih babi kecil, kita bisa balas kasih anjing.” Anjing yang disayang, diajak main, dan sering makan tahi manusia itu ya jadi “seserahan” dan akhirnya dimakan juga.

    Jadi ingat cerita bapa kepala desa di Sumba juga. Dia pusing tujuh keliling karena anjing salah satu warganya kasih mati ayam. Anjing makan ayam milik tetangga. Pemilik ayam tidak puas, dia pukul itu anjing sampai mati. Perkalahian tak terelakkan dan harus didamaikan kepala desa. “Syukur bisa saya kasih damai, “Kata kepala desa. “Terus anjingnya gimana pak?” (penasaran dikuburkan atau dimakan)Ternyata eh ternyata anjingnya sudah masuk ke dalam perut.

    Soal video cara menyiapkan hidangan yang dimulai dengan penyiksaan anjing seperti yang diposting di fanpage Animal Stories Indonesia tidak sepenuhnya benar. Cara penyembelihan atau kasih mati itu anjing dan babi kan bisa berbeda juga toh. Tidak semua kasih mati anjing dengan cara kejam seperti di video itu.

    Satu masalah lainnya adalah lagu “makan daging anjing dengan sayur kol” yang menjadi viral itu ditakutkan membuat lebih banyak orang mengonsumsinya… Kan kasihan anjing nan lucu yang menjadi teman manusia itu malah dimakan. Ya gimana ya, lagunya emang lucu sih… Makan daging anjing pakai sayur koooolll…

    Baca juga : Selamat Menikah Galang Semoga Menjadi Keluarga Cemara

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *