Indonesian Corner

Larangan Mudik Pertama dari Presiden Dalam Sejarah Indonesia

Presiden Indonesia mengumumkan larangan mudik untuk semua unsur warga negara, tidak hanya untuk ASN, Pegawai BUMN, TNI, dan POLRI (20/04/2020). Larangan mudik pertama yang diberlakukan oleh pemerintah dalam sejarah negeri ini.

Hal itu dilakukan berdasarkan kajian di lapangan dan kajian Kementerian Perhubungan. Hasilnya 68 persen tidak mudik, warga yang tetap mudik 24 persen, dan telah mudik 7 persen. Jadi, angka warga yang mudik masih sangat besar.  Seiring dengan pemberlakukan larangan mudik, Pemerintah sudah menyalurkan bansos, bantuan tunai, dan kartu pra kerja dikeluarkan. Bantuan tersebut untuk menyokong kondisi ekonomi warga yang terdampak pandemi COVID-19.

Presiden pun meminta dibuat kebijakan terkait larangan mudik tersebut. Tidak boleh mudik bagi semua warga negara yang diputuskan pemerintah menjadi langkah lebih tepat, karena terbukti banyak kasus mudik ke kampung halaman, membuat penyebaran virus corona semakin bertambah banyak. Banyak orang yang mudik tak sadar sebagai pembawa virus dan membuat anggota keluarganya malah berisiko terjangkit penyakit.

Evaluasi Larangan Musik dari Kebijakan Presiden Dua Minggu Sebelumnya

Kebijakan yang tidak mudik bagi masyarakat merupakan evaluasi dari keputusan yang dibuat Presiden dua minggu sebelumnya (09/04/2020). Waktu itu pemerintah pusat menjelaskan akan menyalurkan bantuan sosial khusus untuk Jabodetabek, tujuannya agar warga membatalkan niat untuk mudik. Kebijakan tersebut sebut juga berdampak pada pengurangan kapasitas transportasi umum dan kapasitas angkut kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

Beberapa pemerintah daerah sudah meminta warganya untuk tidak mudik pada musim lebaran tahun 2020, karena melihat fakta sudah banyak orang yang pulang lebih awal. Ada banyak alasan orang yang mudik, dari tidak punya pekerjaan, tidak punya tabungan, dan sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup di tanah rantau.

Namun, pera pemudik terbukti pula sebagai pembawa virus ketika pulang ke kampung halaman. Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat pernah menyatakan warganya tertular virus karena anaknya pulang kampung ingin bertemu dengan orang tuanya. Pada banyak kasus lainnya, orang yang baru datang dari luar daerah datang membuat penyebaran virus terjadi secara lokal. Lama kelamaan, sebagian korban yang terjangkit tak tahu kapan dan dimana kira-kira dia melakukan kontak dengan orang yang tertular virus corona.

Baca juga : Nasib Bu Yuli Mati Kelaparan dan Rasa Empati Terhadap Tetangga Kita yang Miskin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *