Wed. May 15th, 2024
    PCR dan ventilator diproduksi di IndonesiaPCR dan ventilator diproduksi di Indonesia

    Melalui fanpage resminya, Ridwan Kamil memberi kabar gembira bahwa PCR dan Ventilator telah bisa dibikin di Indonesia dan tidak perlu menunggu impor lagi.

    Kabar baik pertama adalah PT Biofarma di Kota Bandung dapat menghasilkan test kit Reagen PCR sebanyak 50 ribu per minggu. Jumlah tersebut dinilai langkah positif untuk melacak orang dengan positif COVID-19. PCR adalah metode swab hidung tenggorokan. Sebagai cara paling akurat hingga 90 persen. Tes kit yang awalnya harus menunggu impor dari luar negeri dan berbiaya mahal dapat diproduksi anak bangsa sendiri.

    Keberhasilan menurunkan tren covid seperti di Korea Selatan adalah melalui pelacakan dan tes masif. Menurut Ridwan Kamil, Indonesia setidaknya perlu melakukan sebanyak 2 juta tes untuk mendapatkan rasio 0,6 % dari jumlah penduduk seperti negara Korea Selatan. Harapan dengan keberhasilan produksi PCR di Jawa Barat Indonesia, mampu membuat virus diberantas dengan lebih efisien untuk melawan COVID-19.

    Ventilator Mulai Diproduksi oleh PT Pindad di Indonesia

    Salah satu kendala banyak rumah sakit di Indonesia adalalah ketersediaan ventilator. Kang Emil pun memberi kabar baik untuk alat kesehatan Ventilator untuk pasien covid kerjakan di dalam negeri. Selama ini, pengadaannya diimpor dengan biaya mahal sekitar 500-700 juta rupiah per unit. Karena sudah bisa diproduksi di dalam negeri, biayanya hanya 10-15 juta rupiah per unit.

    Produksi ventilator di Indonesia dilakukan oleh PT Pindad untuk tipe pasien akut dan PT DIrgantara Indonesia untuk tipe pasien moderat. PT Pindad yang biasanya memproduksi senjata, melakukan kerjasama dengan UI dan UGM, sehingga mampu produksi 200 ventilator per bulan. Begitu pula, PT DI, biasanya memproduksi pesawat terbang, melaksanakan kerja sama dengan ITB dan Yayasan Salman ITB dapat produksi 500 ventilator per minggu.

    Ridwan Kamil sebagai gubernur Jawa Barat berharap semua rumah sakit yang merawat pasien covid tidak akan kekurangan alat bantu pernapasan. Ventilator tidak sudah diperoleh dan tidak usah impor lagi. Kerja bersama dari para inventor dan industri di Jawa Barat untuk Indonesia diharapkan mampu menangani masalah covid-19. Semoga saja.

    Baca juga : Angka Nol Kematian COVID-19 di Vietnam, Apa Tindakan yang Berbeda Dibandingkan dengan Indonesia?

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *