Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Indonesian Corner

Haikal Hasan Bertanya tentang Pengelolaan Dana Haji Kepada Kepala BPKH, Apakah Digunakan untuk Infrastruktur?

Kabar penggunaan dana haji menjadi isu besar kembali, karena beredar pernyataan Anggito Abimanyu

Semenjak berita pembatalan pemberangkatan haji diumumkan pemerintah, beredar kabar kalau pengelolaan dana haji digunakan untuk penguatan rupiah bahkan untuk infrastruktur. Haikal Hasan yang akrab dipanggil Babe Haikal mengkonfirmasi langsung kepada Kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Bagaimana informasi yang sebenarnya tentang pengelolaan dana haji?

Menurut Babe Haikal, banyak orang bertanya dan mengkorfirmasi bahkan membuat grup khusus tentang penggunaan dana haji. Kabarnya lagi-lagi dipakai untuk infrastruktur. Beliau pun menanyakan tentang dana haji kepada orang yang yang dianggap kompeten. Apakah ada hubungannya pembatalan pemberangkatan dengan pengelolaan dana haji untuk penguatan rupiah atau digunakan di sektor infrastruktur?

Dana Haji Tidak Akan Merugikan Ummat, tetapi seperti apa pengelolaannya?

Anggito menjelaskan bahwa tidak ada hal yang berbeda dengan pengelolaan sebelumnya. “Kami kan diberi amanah dari pemerintah untuk mengembangkan dana dan meningkatkan nilainya melalui investasi syariah. Uangnya ada yang (dalam bentuk) valas dan rupiah. Pada waktu jamaah mau berangkat, uangnya harus ada dalam bentuk valas, dalam bentuk rela dan dollar. Kita membelinya hampir 10 triluyun atau kurang lebih 600juta US dollar.”

Dijelaskan pula oleh beliau,”BPKH telah mengumpulkan uangnya dan tidak jadi berangkat.  Uang tersebut akan optimal jika dikembalikan dalam bentuk rupiah, karena mendapatkan bagi hasil lebih tinggi. Deposito bentuk dollar hanya dapat bagi hasil 1-1,5 persen,  sementara dalam bentuk rupiah sekitar 6 persen. Jadi dana haji diinvestasikan untuk meningkatkan nilainya.” Jadi, BPKH sebagai lembaga yang dipercaya mengelolaa keuangan memastikan investasi mendapat nilai keuntungan yang lebih tinggi.

Lalu keluar berita tanggal 2 Juni 2020, tentang penggunaan Dana Haji di media online bahwa digunakan untuk penguatan rupiah. Padahal Anggito Ambimanyu tidak mengeluarkan pernyataan apapun.  Beliau mengingat kabar tersebut keluar dari halal bil halal di Bank Indonesia dan diminta bicara perkembangan pengelolaan dana haji. Abimanyu juga mempersilakan publik menanyakan kebenarannya ke BPK.

Babe Haikal Meminta Ummat Mencari Informasi yang Benar tentang Pengelolaan Dana Haji

Sementara itu, Babe Haikal mengakui pernah menyatakan tidak bisa dana haji dipakai infrastruktur. Maka, beliau pun bertemu untuk mengobrol langsung untuk memastikan informasi yang benar. Sekaligus, mengajak menghentikan polemik dana haji tersebut.

“Pemirsa sengaja mau ngobrol langsung dengan mas Anggito. Apa kita enggak sadar ada orang yang sedang sekali menjatuhkan kredibilitas ummat. Apa kita enggak sadar bahwa beritanya itu-itu lagi yang diputar terus. Jadi ummat kehilangan kepercayaan. Sadarlah bahwa kepercayaan itu yang tertinggi nilainya saat ini.” Babe Haikal meminta ummat untuk mencari berita yang benar.

Anggito Abimanyu pun menegaskan menjaga amanah tidak ada main-main mengenai investasi. Tidak akan berani melakukan kesalahan. Sementara itu, biaya haji sekitar 68-72 juta rupiah per orang. Pembiyaannya juga didukung dari investasi dana haji. Jadi, tidak ada dana haji digunakan untuk infrastruktur. Pengelolaan investasi dilakukan secara maksimal dan dikembalikan kembali kepada pengelolaan haji.

Kabar Tidak Benar Sudah Diluruskan Oleh Anggito Abimanyu

Kabar penggunaan dana haji menjadi isu besar kembali, karena beredar pernyataan Anggito Abimanyu yang tidak benar. Beliau telah meluruskan berita tanggal 2 Juni 2020, bahwa dana haji dalam bentuk valuta asing 600juta dollar dipakai untuk memperkuat rupiah. Hal tersebut dinyatakan tidak benar. Berita tersebut keluar dari acara internal halal bil halal di Bank Indonesia pada 26 Mei 2020, dimana BPKH menyampaikan silatuhmi pada jajaran gubernur dan jajaran deputi Bank Indonesia. Sekaligus memberikan update perkembangan dana haji.

Berikut petikan pernyataan untuk mengkonfirmasi kabar tidak benar. “Kami merasa bahwa pemberitaan 2 Juni 2020 tersebut, pertama Dana haji dinyatakan dipakai untuk memperkuat rupiah, bukan untuk kehajian. Kedua, penggunaan dana haji tersebut (seolah) menjadi alasan pembatalan pemberangkatan haji tahun 2020. Informasi tersebut tidak benar sama sekali.”

Beliau juga meyakinkan kepada seluruh masyarakat indonesia, jemaah haji khususnya, bahwa dana haji dalam bentuk rupiah dan valas sebesar 135 trilyun rupiah yang tersimpan di rekening BPKH. Rekeningnya atas nama Jamaah Haji dikelola dengan prinsip syariah, aman dan hati-hati. Sehingga pengelolaannya optimal.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Tidak Memberangkatkan Jemaah Haji ke Arab Saudi tahun 2020

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close