Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Indonesian Corner

Bagaimana mungkin Aturan PSBB Melawan Hasrat Belanja Baju Lebaran Emak-Emak Indonesia

Kalau melihat postingan di medsos, banyak netizen yang posting orang-orang pergi ke pasar bukan tidak menuruti aturan pemerintah, tetapi memiliki hasrat belanja baju lebaran yang tinggi. Apalagi waktunya tinggal hitungan hari. Apa jadinya berhari raya Idul Fitri kalau masih pakai baju yang lama.

Ada banyak orang yang bilang rasanya sia-sia saja PSBB, kalau masyarakat masih berkerumunan menunggu toko buka, rela antri beramai-ramai, dan memilih baju tanpa jaga jarak. Sekali lagi, semua akan rela dilakukan demi memenuhi hasrat belanja, meski risiko terjangkit COVID-19 di depan mata.  Kalau ditanya apakah orang-orang di pasar beli baju lebaran tidak takut virus corona? Ya tentu saja takut. Siapa yang tidak takut melihat tingginya angka kematian yang diumumkan pemerintah.

Pasar dan toko baju akan tetap ramai, bukan berarti tidak takut. Namun, belanja beli baju lebaran adalah kebiasaan yang terjadi bertahun-tahun dan sulit dihilangkan. Setelah sulit menjalani ibadah puasa, waktunya merayakan kemenangan dengan tampil rapih dan serba baru di hari nan fitri.  Apalagi uang THR (Tunjangan Hari Raya) cari yang membuat niat berbelanja semakin menggebu-gebu. walau sebagian orang bilan pandemi COVID-19 bikin susah, kenyataannya toko baju tetap ramai saja tuh.

Antara Berjuang Patuh PSBB Tetap di Rumah Aja dan Hasrat Belanja Baju Lebaran

Perkaran hasrat belanja baju lebaran rasanya sulit dibendung. Sudah menjadi kebiasaan dari jaman baheula, lebaran itu identik dengan baju lebaran. Mau anak-anak sampai orang tua, pokoknya wajib memiliki pakai baru dikala idul fitri. Mana tahan juga mendengar tangisan anak-anak pengen baju baru. “Itu teman aku udah beli baju baru,” orang tua enggak bakal tega.

Karena kebiasaan yang sulit dihilangkan dan sudah mendarah daging, maka pergilah orang-orang beli baju lebaran. Semua orang bersatu padu, mau itu bapak, ibu, anak berjubelan di satu toko. Enggak kebayang itu orang yang berada di toko baju, bagaimana caranya menerapkan jaga jarak. Mereka juga pasti tidak bisa menghindari cipratan air ludah orang yang bersin dan batuk. Kalau sampai ada yang batuk dan bersih, semoga saja tidak menempel virus corona.

Kalau melihat foto yang beredar di sosmed entah itu pasar di Sukabumi, Bogor, Cianjur, sulit rasanya menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Lagian mana kepikiran, wong isi kepalanya cuma satu tujuan yaitu belanja baju lebaran.

Walaupun kepengen sekali beli baju lebaran dan uang THR berteriak ingin dibelanjakan. Ada baiknya berpikir-pikir kalau belanja baju sampai padat merayap mengantri demi memakai baju baru. Masalahnya pertaruhannya bukan macet dan antri saja, tetapi memiliki risiko tinggi tertular COVID-19. Siapa tahu di antara sekian ribu pembeli, menyaru orang-orang yang positif virus corona.

Ingat memang betul berlebaran dengan baju baru sudah menjadi tradisi, namun risiko terpapar virus harus dipikirkan. Sayangi diri sendiri dan keluarga, tenang lebaran masih ada tahun depan. Simpan saja uang THR tahun ini untuk pergi ke toko baju tahun depan.

Baca juga: Tidak Bisa Pulang Kampung Jumpa Opung Karena Virus Corona

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close