Tue. Apr 16th, 2024
    Anjay Akhirnya Lufti Agizal Beri Klarifikasi dan Minta MaafAnjay Akhirnya Lufti Agizal Beri Klarifikasi dan Minta Maaf

    Anjay Lufti Agizal, akhirnya membuat klarifikasi untuk menyudahi persoalan yang sudah kadung ramai dibahas oleh netizen. Pada unggahan video yang dipostingnya (31/08/20), ia menjelaskan sedang membuat konten edukasi mengangkat tema kata Anjay. Ia tidak menyangka bahwa konten “Anjay” yang dibuatnya mendapat perhatian 150 juta orang yang melihat di instagram.

    Ada banyak yang berkomentar positif dan negatif. Banyak pula yang menilai yang dibuatnya bukan konten edukatif. Ia menceritakan konten Anjay diangkat melihat dari sebuah berita online yang menyebutkan anjay bermakna buruk, bermakna Anjing. Maka, Lufti Agizal pun tertarik membahasnya dengan mengundang psikolog, ahli bahasa, pemuka agama, hingga lawyer. Tetetapi banyak masukan kepadanya.

    Oleh karena itu, ia menyatakan tidak ingin membuat masalah yang jauh lebih besar. Karena banyak pro dan kontra, ia pun ingin menyudahi pembahasan tentang kata Anjay di konten youtube-nya. Meski begitu, ia mempersilakan jika ada instansi dan LSM yang ingin mengkaji bahasan mengenai kata yang sedang viral.

    Penghasilan Konten Anjay Akan Digunakan untuk Disumbangkan oleh Lufti Agizal

    Ia sendiri tidak ingin membahas tentang Anjay lagi. Ada dua hal yang dia tangkap setelah berbicara dengan narasumber sebelumnya. Kata Anjay memiliki sifat multi tafsir yang dapat diartikan A atau B. Penggunaan katanya harus melihat kondisi dan tujuan yang dimaksud. Kata tersebut dapat diartikan positif dan negatif.

    Tujuan dirinya mengangkat kata Anjay, katanya tidak bermaksud memecah belah bangsa. Justu memberikan sudut pandang yang lain dari berita yang ia pahami. apabila dirasa menjadi masalah dan menyakiti hati. Ia mengatakan, “Saya dan tim saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya. karena bukan tujuannya untuk menyakiti dan memecah belah bangsa. Ia hanya terketuk hatinya dari bahaya kata-kata menjadi habit yang buruk.

    Sementara itu, dari penghasilan dua konten sebelumnya penghasilan adsense-nya akan dedikasikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Terutama bagi mereka yang terhalang proses pembelajaran online. Ia akan mengupdate kelanjutan pemberian adsense tersebut.

    Lufti Agizal menutup klarifikasinya untuk menjaga generasi selanjutnya untuk menggunakan kata positif. Ia juga memohon penggunaan kata Anjay digunakan di tempat yang tepat dan tidak ada yang tersakiti dari kata yang diucapkan.

    Dari kasus tersebut terbukti banyak orang bukan malah mengurangi kata Anjay, netizen malah bersaut-sautan menggunakannya dan semakin viral. Benar kata Lufti Agizal kata tersebut bisa multi tafsir. Tergantung orang mau menggunakannya seperti apa. Tetapi ya berpikir saja  tentang makan yang postif. Toh Anjay malah jadi trend gara-gara dibuat sebagai konten. Viral pula.

    Artikel menarik lainnya: Siswa Diberikan 35 GB, Guru 42 GB, Mahasiswa dan dosen 50 GB per Bulan Kuota Internet dari Kemendikbud

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *