Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Ilmu Religi

Ingat, Onani dan Bersetubuh Membatalkan Puasa Ramadan

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Tahukah Anda bahwa onani dan bersetubuh membatalkan puasa Ramadan. Disebutkan dalam Abdullah Ibn Jarullah al Jarullah bahwa terdapat 5 hal yang dapat sebagai pembatal puasa. Anda tidak bisa lagi menjalankan ibadah puasa Ramadhan jika melakukan hal-hal yang membuat puasa Anda menjadi batal.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pembatal puasa, antara lain:

  • Ketika berpuasa diharamkan jima (bersetubuh) di farj (vagina) pada siang Ramadhan. Apabila ada yang melakukannya, maka diwajibkan bagi Anda dengan mengganti dan melaksanakan kafarah mughalazoh.  Anda diwajibakan untukmembebaskan budak. Apabila tidak ada budak, maka lakukan berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Apabila tidak menyanggupi, maka diwajibkan untuk memberi makan 60 orang miskin.
  • Makan dan minum dengan sengaja. Bukan karena lupa sedang berpuasa. Maka puasanya secara aturan sudah batal.
  • Melakukan transfusi dan infus darah pada orang yang sedang puasa. Contohnya akibat pendarahan. Ada perbedaan pendapat, apabila suntikan infus yang bukan mengandung makanan, ulama berbeda pendapat. Sehingga disarankan tidak melakukannya kecuali kondisi darurat. Sehingga harus berbuka.
  • Sengaja mengeluarkan air mani dengan sadar. Orang yang sedang berpuasa tidak boleh onani, mencumbu, dan mencium. Apabila mani karena mimpi, puasa tidak batal, karena melakukannya diluar kesadaran.
  • Hal yang paling dilarang adalah  Murtad dari Islam.

Baca juga:

KPI Meminta Iklan HAGO Menghina Guru Dihentikan

Aturan Hukum Data Pribadi yang Harus Dilindungi dan Tidak Boleh Disebar Sembarangan

Apakah Bersetubuh Membatalkan Puasa Ramadan Setelah Sahur?

Dari banyak pertanyaan tentang hubungan suami istri adalah bagaimana apabila bersetubuh dilakukan setelah sahur? Jawabannya adalah Allah sudah menjelaskan boleh melakukan hubungan suami istri di malam hari. Waktunya adalah sejak matahari terbenam hingga fajar subuh terbit. Berikut tertulis dalam firman Allah yang diartikan.

“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka itu adalah pakaian, dan begitu pula kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu. Karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka, campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu.” (Qs. al-Baqarah: 187).

Berdasarkan website Konsultasi Syariah bahwa Ayat tersebut menjelaskan bahwa dapat melakukan hubungan suami-istri di malam bulan Ramadhan. Bersetubuh dapat dilakukan selama belum muncul fajar subuh yang menjadi awal waktu puasa.

Apabila sudah masuk waktu fajar, maka wajib menghentikannya. Tetapi Anda harus berhati-hati. Apabila bersetubuh melewati waktu fajar tersebut itu bisa membatalkan puasa Anda.

Persoalannya bersetubuh bukan hanya perkara batal puasanya saja, kalau berhubungan suami istri di siang hari sampai mulai waktu fajar hingga terbenam matahari di bulan Ramadhan. Maka Anda diwajibkan membayar kafarat,

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close