Ternyata-Oh Ternyata Grup WhatsApp Berisi Hoax

grup whatsApp berisi hoax

Siapa sih pemilik handphonenya tak diinstall aplikasi percakapan karena sangat bermanfaat, namun sayangnya beberapa diantaranya berdampak negatif seperti grup whatsApp berisi hoax. Katanya grup whatsApp membuat sekolompok orang mudah dalam berkomunikasi dan membangun keakraban. Tetapi kalau isinya berbagi berita dan video hoax itu sama saja omong kosong. Mau akrab kok dengan kebohongan.

Di grup whatsApp yang anggotanya sebetulnya satu komunitas, perkumpulan orang tua, kelompok muda-mudi, bahkan isinya anggota keluarga ternyata tidak se-visi dalam berbagi informasi. Karena oh karena isi kepala anggotanya beraneka regam, ada yang memang niatnya bersilaturahmi via media sosial dan ada pula memang punya visi menjadi pembohong. Grasuk grusuk, kesana kemari bagi informasi yang sulit dibuktikan kebenarannya.

Acapkali orang-orang yang memiliki status penyebar hoax itu santai bukan main berbagi link berita atau video tanpa peduli membuat orang lain jengah. Apalagi diisi embel-embel caption, “hati-hati sudah akhir jaman.” Kebayangkan grup yang lagi happy-happy-nya ngobro kok diajakin ngomongin akhir jaman.

Belakangan isunya beraneka ragam, dari isu agama, pilpres, hingga penculikan anak. Kalau ditanya dari mana sumber beritanya, penyebar hoax mungkin akan menjawab, “berita dan video yang saya sebar, agar kita waspada.” tanpa menjelaskan sama sekali kebenaran informasi yang telah dia bagikan.

Masalah orang-orang penebar berita bohong tidak mudah diingatkan, hingga grup whatsApp berisi hoax tetap bertahan. Seiring bertambah pula isu-isu yang bikin anggota grup lain jengah. Kalau ada penyebar hoax dalam grup whatsApp, apa yang bisa kita lakukan ya?

Baca juga: Jangan Buru-Buru Disebar, Mana Tahu Cuma Kabar Hoax Penculikan Anak

Kuatkan Aturan Apabila Grup WhatsApp Berisi Hoax

Ada baiknya grup whatsApp berisi hoax lebih menguatkan aturan dalam grup. Kalau tidak ada aturan yang ketat, ya gitu deh penebar kabar bohong tetap bergentayangan dan terus mengganggu ketenteraman grup whatsApp. Beberapa aturan mungkin bisa diperjelas, seperti berikut ini.

  • Anggota grup tidak boleh berbagi berita dan video hoax yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
  • Memposting link berita dan video harus meminta ijin para admin.
  • Grup hanya boleh berbagi informasi berkaitan dengan grup, misal grup orang tua siswa hanya boleh membagi berita soal sekolah dan dunia pendidikan. Grup ngopi gratis, ya cuma boleh berbagi kopi tanpa bayar.
  • Postingan tidak terkait dengan grup whatsApp dapat dihapus oleh admin tanpa pemberitahuan.
  • Anggota grup yang berbagi berita dan video hoax akan dikeluarkan tanpa peringatan sebelumnya. Tujuannya, agar anggota grup berpikir seribu kali untuk menyebarkan kabar bohong.

Aturan lainnya bisa dibuat sedemikian rupa oleh para admin. Pokoknya admin berfungsi sebagai “petugas keamanan dalam grup whatsApp. Kalau tidak begitu, akan bertahan grup whatsApp berisi penyebar hoax.

Baca juga: Pemilik Akun Instagram Penghina Agama yang Membuat Dedy Corbuzier Marah, Tertangkap Juga?

Berpikir Seribu Kali untuk Memasukkan Orang yang Berpotensi Menyebarkan Hoax

Sebelum memasukkan orang ke grup whatsApp lebih baik dipikirkan matang-matang tentang potensi anggota baru sebagai penyebar hoax. Admin sebaiknya mengenal dulu orang yang ingin dimasukkan dalam grup. Beripula peringatan, agar mematuhi segala aturan yang dibuat oleh admin. Kalau melanggar aturan ya tinggal ditendang atau dikeluarkan dari grup.

Tidak bisa dibayangkan kalau admin memasukkan sembarangan orang ke grup whatsApp, Alih-alih mau ngobrol asik antara sesama anggota grup. Yang ada cuma memendam kejengkelan, karena dampak negatif dari para penyebar hoax. Menariknya orang-orang penyebar hoax terkadang beralibi berita demi kepentingan agama, kelompok, kesehatan, padahal demi mencari perhatian dan dukungan semata.

Jaman sekarang ada saja ulah anggota grup yang mungkin dia sebenarnya sadar kalau informasi yang dibagikan belum tentu valid. Namun, jemari lebih cepat bergerak daripada kemampuan otak dalam berpikir. Sehingga, tanpa cek dan ricek yang penting dibagikan saja dulu. Jadi tidak ada proses saring sebelum sharing. Orang tersebut mungkin memang dilahirkan untuk berbohong. Jangan mau terus bergabung dalam grup whatsapp berisi hoax.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.