Female

Perhatikan Pacaran Yang Sehat dan Jangan Sampai Merugikan Diri Sendiri

Pacaran yang sehat penting untuk dipahami oleh remaja zaman sekarang. Jangan sampai bergaul dan berpacaran secara berlebihan. Kalau merasa tidak suka dan keberatan dengan apa yang dilakukan oleh pacara sebaiknya protes saja.

Kalau tidak mau pacaran, jangan menyatakan suka. Pacaran dan suka dengan orang lain harus menjadi motivasi dan memberikan dampak positif. Pastikan gaya berpacaran kita tergolong dalam kategori pacaran yang sehat. Karena cuma berdampak negatif bagi dirimu.

Pacaran yang Sehat Secara Psikologis

Pacaran sebaiknya memiliki tujuan yang sama antara satu dengan yang lain. Bagi kaum remaja berhubungan dengan pacaran biasanya identik dengan senang-senang. Waktunya untuk menunjukkan rasa sayang, cinta, dan saling memberi dukungan.

Hubungan pacaran menjadi tidak sehat jika salah satu orang mulai memaksa, muncul rasa cemburu berlebihan, bersikap posesif, dan sering cekcok. Intinya malah bukan melahirkan kebahagiaan, bikin stress, merasa takut, bikin tertekan, dan membuat perasaan selalu terpaksa.

Hubungan Pacaran Sehat Secara Fisik

Tahukah kamu, orang tua takut jika hubungan pacaran yang kamu lakukan membuat dirimu tidak bisa menjaga diri. Karena melihat dunia remaja remaja yang sedang bergejolak, mulai ingin mencoba banyak hal, dan gampang terpengaruh orang lain.

Hal yang paling ditakutkan terutama, ketika anak remaja perempuan yang hamil ketika berpacaran karena tidak bisa menolak bujukan pacar. Sedangkan, remaja laki-laki malah ingin menggaet perempuan untuk menguasai, bukan untuk menyayangi.

Sehingga membuat pasangan yang berpacaran membuat tidak bisa menjadi diri sendiri. Jadilah mencoba berbuat hubungan seksual dan menyesal karena tidak siap ketika sang pacar hamil. Tahukah kamu, hubungan seks itu bukan tindakan yang baik karena harus bertanggung jawab terhadap dampak yang dilakukan. Karena berisiko hamil dan memiliki anak di usia muda. Selain, itu kamu juga rentan terkena Penyakit Menular Seksual.

Jadi ingatlah tetap melakukan pacaran yang sehat dan jangan sampai menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan. Dunia pacaran tidak seindah yang dibayangkan ketika berbuat terlalu jauh sampai berhubungan seksual di antara pasangan.

Sehat Secara Sosial

Orang yang berpacaran sering berbuat berlebihan tidak hanya di tempat pribadi, tetapi juga di tempat umum. Banyak para remaja atau pelajar berpacaran di halte bus kota dan mall sambil ciuman tanpa peduli dengan orang di sekitarnya.

Bahkan melakukan perilaku yang tidak pantas. Jangan sampai berpacaran malah melanggar norma yang berlaku pada masyarakat. Bukan berarti berpacaran membuat dunia “dunia seakan milik kita berdua”, lalu tidak peduli dengan orang disekitarnya.

Ketika pacaran pun sampai lupa waktu dan pulang hingga larut malam. Bikin jengkel orang tua. Kalau dilarang malah marah dan menilai Ayah dan Ibu mengekang. Persoalannya jika gaya pacaran sudah buat malah di lingkungan dan keluarga berarti pacaran mulai enggak sehat.

Selain melanggar norma masyarakat dan norma Agama, membuat hubungan banyak terjadi pertentangan. Jadi, pacaran harus sehat secara sosial. Jangan gara-gara merasa senang sendiri malah melawan orang tua dan melanggar aturan masyarakat.

Cobalah melakukan pacaran yang sehat dan bertanggung jawab. Sehingga, harus menimbang tindakan yang harus diambil dalam berpacaran. Bagi kamu yang pacaran, cobalah pikirkan bagaimana gaya pacaran kamu, apakah sudah sehat atau seenaknya saja. Jangan-jangan melakukan tindakan yang enggak sehat sama sekali.

Artikel menarik lainnya: Jangan Pakai Bahan ini untuk Perawatan di Wajah, Cantik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *