Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Female

Drama Kehidupan di KRL : Curhatan Ganasnya Gerbong Wanita di Commuterline

Bagi kaum perempuan mungkin mengalami ganasnya gerbong wanita di Commuterline. Seperti dialami pemilik akun twitter bernama Rizka Noveranti @Rizkanvrti. Dia bercerita tentang pengalaman berada di gerbong wanita, karena kondisinya dikatakan barbar dan suka enggak sadar diri.

Dari pengelamannya mulai membiasakan diri bertahan di kerasnya perjalanan di gerbong wanita. Dia pernah beberapa kali menghadapi hal yang membuat tidak nyaman, hingga terkadang lebih memilih naik gerbong campuran.

Ada beberapa kasus yang pernah dialami perempuan tersebut tentang Ganasnya Gebrong wanita di Commuterline.

Ganasnya Gerbong Wanita di Commuterline, Pernah Mengalami Kejadian Seperti Ini, Enggak?

Kalau dipikir ada saja pengalaman yang membuat miris, kadang aneh, sering pula menjengkelkan. Seperti yang diceritakan sang pemilik akun @Rizkanvrrti berikut ini.

Sang pemilik akun twitter menuliskan pernah ada orang yang menaruh barang dikursi buat temannya. Begini ceritanya:

Pengalaman pernah pergi sekitar 06.30 di stasiun Bogor. Di gerbong wanita, ada penumpang naro tas. Dikira mau dandan dan ada orang mau duduk enggak dikasih. Enggak tahunya kursi untuk tempat buat temennya.

Ketika sakit pun, ada saja orang tidak peduli kondisi kesehatan penumpang lainnya. Ceritanya begini :

Pernah juga gue lagi sakit, muka pucet sepucet-pucetnya ngalahin keluarga Edward Cullen. Mau pulang dr Stasiun Karet ke Bogor. Kenapa gak naik yang lain? Macet loh jam pulang kerja. Bisa sampai lebih lama. Kepala pusing, suara sakit, badan demam. Pgn duduk biar ga terlalu kerasa. Kenyataannya, tetap Dicuekin bu-ibu sama perempuan yang pada sehat. Ini gue bilang loh ke mereka permisi boleh minta geser atau duduk? Akhirnya cuma bisa pegangan aja nahan diri. Berdoa semoga tidaq pingsan.

Pengalaman tergencet penumpang lain pun sering terjadi. Ceritanya begini:

Sering banget ketemu mba mba atau ibu ibu ama temennya. Liat kursi kosong buat seorang dipake jadi 2-3 orang dengan bilang “masih cukup kokâ, geser dongâ”. Sampai yang udah pada duduk lama kegusur atau duduk menyempil demi mereka. Katanya kondisi tersebut sering terjadi.

Kejadian lucu tak jarang terjadi ketika ibu-ibu membawa banyak barang. Sehingga, dua kursi malah hanya cukup untuk satu orang.

Buat yang naik kereta dari tanah abang ke bogor juga gak aneh deh kayaknya kalau di gerbong wanita pas sore atau jam pulang menemukan ibu2 bawa belanjaan segede alaihungambreng terus duduknya ngangkang, jadi kayak celah buat dua didudukin sama satu orang.

Daftar Kejadian Ajaib yang Mungkin Pernah Kamu Alami juga

Pemilik akun twitter juga Ganasnya Gerbong Wanita di Commuterline. Begini daftarnya:

    1. Ibu-ibu membawa anaknya dikasih duduk tapi ngode pengennya satu keluarga yang duduk.
    2. Orang yang main hape atau pura-pura tidur padahal ada orang yang lebih membutuhkan.
    3. Ibu ibu sama temennya yang terlihat sehat dapet celah duduk kosong buat sendiri tapi maunya dimuatin buat se-RT
    4. Orang yang kalau ngomong sama temennya dengan volume yang satu gerbong bisa dengar.
    5. Suka duduk ngangkang.
    6. Orang yang naruh barang di kursi.
    7. Makan dan buang sampah sembarangan.
    8. Orang yang diri depan pintu kereta karena takut susah keluar.
    9. Pengalaman yang mungkin sering dialami Wanita lain, ketika ada ibu ibu hamil dan ibu
    10. ibu bawa balita. Perempuan yang lebih muda tidak mau berdiri dan pura-pura tidur.

Baca juga :

NGEBULLY ORANG LAIN KAYAK SUDAH TAHU ATURAN NAIK MRT JAKARTA SAJA!

RACUN-RACUN YANG MERUSAK KECERDASAN ANAK ANDA

Nah demikian pengalaman ganasnya gerbong wanita di Commuterline. Sesungguhnya KRL juga merupaka angkutan umum yang digunakan oleh orang banyak. Tetapi kesadaran untuk berempati kepada orang lain banyak pula yang lupa. Jadi butuh kesaran untuk memanusiakan manusia. Semua orang butuh kenyamanan, tetapi sadarlah ketika berada di transportasi publik.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close