Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Female

Bagaimana Mungkin Aku Memilih Seorang Pengangguran Sepertimu

Jodoh itu katanya unik dan dia bisa tiba-tiba datang mendekat hingga menjadi pasangan, tetapi bagaimana mungkin aku memilih seorang pengangguran sepertimu sebagai suamiku. Bagiku, jodoh itu bukan seberapa lama mengenalmu, tetapi tentang bagaimana kau bisa meyakinkanku bisa hidup tenang setelah berkeluarga kelak.

Upayaku mengenal dirimu lebih dalam malah membuatku tak yakin. Kau sama sekali tak berbeda seperti 7 juta warga Indonesia lainnya yang tak berkerja. Tak berbeda dengan 5,34 persen orang Indonesia yang menganggur. Kalau katamu dirimu adalah sosok orang berbeda, tetapi kenyataannya tidak.

Aku tahu menikah itu bukan tentang harta dan uang semata. Cuma, aku sering menghela napas saat terlalu sering menghela napas, karena membelikanku semangkok baso saja kau tak sanggup. Kalau aku terus yang membayar semangkuk basomu, apa gunyanya ada dirimu. Kapan kau bisa membalas traktiran ribuan mangkok basoku itu.

Aku Tahu Kau Ayahmu Kaya, Tetapi Aku Bukan Mau Menikahi Orang Tuamu dan Tidak pula Memilih Seorang Pengangguran Sepertimu

Tahukah kamu, seseorang terkadang mulai tak peduli karena dia sadar perhatiannya akan percuma. Saat aku menuntutmu untuk mencari kerja, kau malah marah. Mengatakan padaku, kalau aku cuma ingin mencari laki-laki mapan saja. Tahukah kau sayang, kaya atau tidak dirimu tergantung dari kerja kerasmu. Bukan dari amarahmu.

Aku tahu kau mungkin ditakdirkan mempunyai Ayah yang kaya. Aku kan bukan ingin menikahi orang tuamu. Bukan menikmati harta benda warisan keluargamu. Tidak pula berniat mencari seorang pengangguran.

Aku memilih orang yang ingin berkerja, meski penghasilannya tak langsung bisa membeli segenggam berlian. Tetapi paling tidak, uangmu berasal dari keringatmu sendiri.

Baca juga:

HAL YANG JANGAN PERNAH DILAKUKAN SAAT BERPACARAN DENGAN SI DIA

HATI-HATI MEMUTUSKAN UNTUK MENINGGALKAN ANAK DI RUMAH

Hingga akhirnya, aku tak sanggup dan merasa lelah untuk bertahan. Begitu pula, akan terasa sulit melepaskanmu. Tetapi, aku tak yakin dapat hidup dengan tenang bersamamu, kalau sebelum menikah aku tak pernah melihat kerja kerasmu.

Tahukah kau sayang, aku mencintaimu dengan segenap hatiku. Namun hidup itu soal memilih pasangan yang dapat melindungi pasangan lahir dan batin. Lalu, pilihanku akan jatuh pada seseorang memenuhi semua kebutuhan hidup sampai akhir hidupku. Karena aku akan berupaya menopang kekurangannya semampuku.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close