Menanti 20 Tahun Perbaikan Jalan Kabupaten Daerah Cicantayan Sukabumi Rusak Parah

Jalan Kabupaten Daerah Cicantayan

Kondisi jalan kabupaten Daerah Cicantayan  yang termasuk dalam wilayah Administrasi Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi tepatnya di sekitar Kampung Cijati sampai Puncak Madura dalam Sudah lama rusak parah.

Kondisinya bak sungai kering kalau musim kemarau dan persis seperti sungai kalau musim hujan. Begitulah yang dirasakan oleh warga yang melintas di jalur itu. Hal tersebut terjadi karena telah lebih dari 20 tahun tidak tersentuh perbaikan jalan oleh pihak terkat. Entah apa penyebabnya kondisi jalan yang buruk tersebut seolah dianaktirikan.

Jalan sepanjang kurang lebih 5 km berstatus “Jalan Kabupaten” menjadi akses bagi warga Desa Cicantayan dan Hegarmanah menuju pusat perkotaan. Tahukah wahai pembaca yang budiman dampak kerusakan jalan tersebut? Warga menjadi terhambat ingin berobat, Anak-anak enggan ke sekolah pada musim hujanm dan hasil pertanian berbiaya lebih mahal karena pemilik kendaraan menanggung risiko kerusakan.

Baca juga: Manfaat Pembangunan Bandara Sukabumi, Jadi Mudah Deh Berwisatanya

Warga Sudah Sering Mengeluhkan Kerusakan Parah Jalan Kabupaten Daerah Cicantayan

Sudah tak terhitung keluh kesah warga akan buruknya jalan Kabupaten Daerah Cicantayan, apalagi jalan ini adalah satu satunya insfrastruktur jalan yang menjadi akses mobilisasi hasil pertanian warga yaitu buah manggis sebagai komoditas ekspor terbesar di Sukabumi.

Jika musim kemarau tiba, warga yang rumahnya dipinggir jalan harus rela merasakan penatnya debu jalanan. Sebaliknya, ketika musim hujan akan ada begitu banyak pemotor yang berjatuhan karena jalan penuh dengan lumpur.

Hal yang bikin prihatin adalah tak jarang anak sekolah urung ke sekolah karena seragamnya kotor terkena ciprtan lumpur bahkan terjatuh bersama motornya.

Pemerintah desa dan kecamatan sebetulnya tidak tinggal diam, karena telah mengusulkan perbaikan jalan ini dalam Musrenbang kecamatan setiap tahun.  Namun masih belum ada realisasi dari Pemda hingga saat ini. “Rek nika iraha jalan teh kos wahangan saat kieu, geus ripuh kuring mah liwat nage,” tutur salah seorang warga yang setiap hari mengantar anaknya sekolah.

Lili solehudin selaku kepala dusun Cijati pun mengeluhkan tentang jalan Kabupaten Daerah Cicantayan yang tak kunjung diperbaiki, “Saya selaku kepala dusun sudah banyak mendengar warga mengeluh akan buruknya jalan ini. Jalan kabupaten yang tidak bisa diperbaiki oleh dana desa. Saya tahu setiap tahun pemerintah desa dan kecamatan terus mengusulkan perbaikan jalan ini. Menurut saya mungkin karena di kecamatan Cicantayan belum punya anggota dewan yang mengawal aspirasi. Maka belum ada upaya perbaikian jalan.”

Kepala Dusun Cijati juga berharap Pemda mendengar dan memperhatikan kondisi jalan ini dalam waktu dekat. Untuk mengatasi masalah  tersebut, warga sudah urun rembug dan mengumpulkan donasi untuk perbaikan jalan yang rusak parah.

Baca juga: Mau River Tubing di Garut? Mari-Mari Ke Leuwi Paranje

Upaya Swadaya untuk Memperbaiki Jalan Kabupaten Daerah Cicantayan yang Rusak

Warga Kampung Cijati Cicantayan Melakukan Perbaikan Jalan Secara Swadaya.
Warga Kampung Cijati Cicantayan Melakukan Perbaikan Jalan Secara Swadaya.

Ada banyak upaya yang dilakukan warga dalam mengatasi masalah jalan rusak tersebut, diantaranya melakukan pengumpulan donasi untuk pengecoran di area yang rawan, seperti perbaikan jalan di Kampung Cijati Babakan, warga melakukan perbaikan secara swadaya mengecor jalan sepanjang 200 meter, dan kurang lebih 50 meter di Kampung Cibarongbok.

Warga berharap pihak Pemda Sukabumi secepatnya merealisasikan usulan yang telah disampaikan dari pihak Pemerintah Kecamatan, karena berpengaruh terhadap kelangsungan perekonomian, keselamatan, dan pendidikan masyarakat. Belum lagi sudah banyak orang yang cidera karena jatuh dan ada pula kaca jendelanya pecah terkena hempasan kerikil.

Jalan yang rusak berbatu tersebut sangat perlu diperbaiki, karena warga  sudah hampir 20 tahun tak menikmati jalan yang mulus. Sampai kapan penantian warga Kampung Cijati dan Hegarmanah menunggu perbaikan jalan ini? Entah upaya apalagi yang harus dilakukan agar keluhan ini di dengar bahkan di realisasikan. Apakah warga harus melakukan donasi memperbaiki sendiri jalan yang rusak tersebut?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.