Amankah Pembatas Jalan Bersilinder Putar Korsel Solusi dari Ridwan Kamil? 

Pembatas Jalan Bersilinder putar korsel

Ridwan Kamil melalui akun media sosialnya akan menggunakan pembatas jalan bersilinder putar Korsel. Pembatas jalan tersebut dinilai bisa mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi, sehingga mobil menjadi melipir kesamping ketimbang terus ke depan.

Kang Emil menjelaskan pula pembatas jalan bersilinder putar tersebut merupakan buatan Korea Selatan dan diharapkan sebagai solusi jalanan yang lebih aman.

Baca juga : Membiarkan Anak-Anak Mengendarai motor Sama Dengan Membunuhnya Di Jalan

Seberapa Manfaatkah Pembatas Jalan Bersilinder Putar Korsel Tersebut?

Tahukah Anda, pembatas jalan bersilinder putar tersebut didesain dalam bentuk tabung baja kokoh, dipadu dnegan silinder plastik. Fungsinya sebagai peredam kejut yang berputar di porosnya. Negara lain yang sudah memakainya adalah Malaysia.

Pembatas jalan tersebut digunakan, karena kejadian naas bus tergelincir dan jatuh 6 meter ke bawah dari tepi jalan di jalur North-South Expressway, Kota Muar, Johor, Malaysia pada Desember 2016. Korbannya juga banyak, setidaknya 14 orang meninggal dan 16 orang meninggal dunia.

Pembatas jalan dibangun sepanjang 100 meter tepat di daerah yang dianggap berbahaya yang memiliki belokan tajam.

Dikutip dari kompas.com, pembatas jalan tersebut dibuat untuk menahan mobil yang tak terkendalikan, dan desainnya membuat tidak ke jalur lain atau jatuh ke jurang. Teknplogi ini dikembangkan oleh perusahaan asal Korea Selatan ETI.

Pembatas jalan bersilinder putar Korsel tersebut disebut disebut safety roller barries guard, tujuannya memang untuk mengurangi akibat fatal tabrakan serta mengurangi potensi kerusakan pada mobil yang lebih parah.

Pembuatan pembatas jalan diharapkan bisa mengurangi jumlah korban yang menabrak pembatas jalan atau balas tidak memilikinya seperti yang terjadi di jalur Cikidang Sukabumi. Warnanya yang cerah dibuat untuk pengemudia biar bisa melihat dengan jelas batas jalan. Warnanya yang kuning terang sebagai penanda dan membuat pengemudi juga berhati-hati.

Ketika mobil atau kendaraan lain menabrak pembatas jalan bersilinder putar tersebut, akan mendorong kea rah lainnya dan mengurangi dampak kekuatan tabrakan pada pagar.

Baca juga : Kandungan Gizi Tempe yang Kabarnya Menjadi Sangat Tipis

Mengurangi Risiko Kecelakaan ke Lokasi Wisata Sukabumi

Pilihan untuk memberi pembatas jalan bersilinder putar Korsel dapat menjadi solusi alternatif mengurangi risiko kecelakaan, apalagi korbannya sudah banyak dan kecelakaan terjadi berkali-kali. Sehingga harus menjadi perhatian dari semua pihak.

Apalagi jalur kecelakaan sebagai jalan alternative menuju lokasi wisata Sukabumi, ke Pelabuhan Ratu-Geopark Ciletuh. Sebagai tujuan wisata andalan, keselamatan para wisatawan harus mendapat perhatian pemerintah daerah. Apalagi banyak jalan berkelok dan turunan yang menuntut para sopir harus waspada mengemudikan kendaraannya.

Pihak kepolisian sudah memberi peringatan kendaraan bus dan truk tidak melalui jalur Cikidang Sukabumi. Kalau dipikir-pikir masalahnya pada kualitas bus yang memang sudah tidak layak jalan di jalur berkelok dan turunan. Terbukti, bus yang celaka karena tidak uji KIR sejak tahun 2016.

Kelekaan maut yang mematikan lebih dari 20 orang jangan sampai terjadi lagi. Karena akan merugikan dunia pariwisata di Sukabumi. Wisatawan akan berpikir ulang menuju tempat wisata yang lokasi cukup jauh, melewati jalannan yang panjang, berkelok dan turunan.

Pemerintah daerah Sukabumi juga harus berperan aktif untuk menunjukkan jalan-jalan yang dianggap berbahaya. Agar wisatawan yang melewati jalan berbahaya seperti turunan dan belokan lebih berhati-hati. Masalahnya, penerangan jalan dan rambu masih kurang, padahal jalur tersebut banyak dilewati berbagai jenis kendaraan. Dari sepeda motor hingga kendaraan bermuatan banyak seperti bus.

Semoga saja solusi dari Kang Emil bisa mengurangi masalah kecelakaan di jalur menuju objek wisata yang terletak di Sukabumi.

One thought on “Amankah Pembatas Jalan Bersilinder Putar Korsel Solusi dari Ridwan Kamil? ”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.