Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Edukasi

Rekomendasi KPAI Sekolah Dibuka Lagi, Orang Tua Harus Tahu Soal Pembelajaran Tatap Muka

Data dan fakta menunjukkan, instansi pendidikan tersebut hanya 16,32 persen sekolah SIAP dan 83,68 BELUM SIAP

Rekomendasi KPAI sekolah dibuka lagi berdasarkan pengawasan terhadap 49 sekolah yang menyiapkan pembelajaran tatap muka. Pengawasan dilakukan di 21 kabupaten Kota pada 8 provinsi seperti NTB, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I Yogjakarta, Banten, dan DKI Jakarta. Data dan fakta menunjukkan, instansi pendidikan tersebut hanya 16,32 persen sekolah SIAP dan 83,68 BELUM SIAP.

Retno Listyarti (Anggota Komisioner KPAI) menjelaskan bahwa penilaian kesiapan sekolah tatap muka didasarkan pada daftar periksa terhadap infrastruktur dan protokol kesehatan. Hasilnya temuan dari KPI menunjukkan data sebagai berikut:

  • Sekolah yang menyusun 15 protokol/ SOP Adaptasi Kebiasaan Baru hanya 6,12 persen. Sisanya 93,88 persen hanya menyusun 3 Protokol/SOP AKB.
  • Dinas Pendidikan yang berkoordinasi Cuma 8,16 persen yang melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan untuk buka sekolah.
  • Sosialisasi sekolah tentang protokol/ SKB cukup rendah sekitar 20,40 persen kepada guru, siswa dan orangtua. Angka cukup besar 79,60 persen belum melakukan.
  • Sekolah yang melakukan rapid tes kepada guru/ karyawan dan siswa hanya 4,08 persen. Padahal, direncanakan melakukan pembelajaran tatap muka dan rapid tes dibiayai pemerintah daerah.

Dari data lembaga pendidikan yang diawasi KPAI, tingkan penerapan protokol/SOP adapatasi kebiasaan baru (AKB) sekolah tergolong rendah. Apalagi, hanya 20,40 persen sekolah yang melakukan sosialisasi AKB kepada seluruh warga sekolah dan orangtua.

Sementar itu, KPAI menemukan fakta miris di dunia pendidikan selama pandemic terjadi pada peserta didik, antara lain:

  • Peserta didik terpaksa putus sekolah karena bekerja semi membantu ekonomi keluarga.
  • Memutuskan menikah padahal belum lulus sekolah. Perkawinan anak terjadi 116 kasus berasal dari sekolah yang diawasi. Bahkan Di salah satu SMAN di Lombok terjadi 20 siswa putus sekolah karena menikah.

Isi Rekomendasi KPAI Jika Sekolah Dibuka Lagi untuk Mengadakan Pembelajaran tatap Muka

KPAI mengadakan rapat Koordinasi Nasional bersama Kemdikbud RI, KOMISI X  Kemdikbud RI, KemenPPPA RI, Komisi X DPR RI, Kepala-Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Kepala Sekolah, Ketua-Ketua Komite Sekolah dan organisasi-Organisasi Profesi Guru.

Ada 11 (sebelas) rekomendasi penting dalam melakukan pembelajaran tatap muka, antara lain :

  1. Pemerintah Pusat dan Daerah diminta fokus persiapan infrasturktur, protokol kesehatan, dan sosialisasi. Selain itu, melakukan sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Satgas COVID-19 daerah.
  2. Pemerintah dan DPRD/ DPR RI diminta mengarahkan anggaran ke sektor pendidikan. Dana digunakan untuk persiapan infrastruktur demi mencegah klaster baru.
  3. DPR RI dan DPRD mendukung dengan mekanisme APBN dan APBD untuk memberi anggaran Tes Swab. Adapun tes diujukan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan sebelum melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.
  4. Kemdikbud dan KPPPA melakukan sinergi melakukan penyiapan buka sekolah.
  5. Dinas Pendidikan memberikan panduan kepada pengurus MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk memilih materi-materi yang akan diberikan saat PTM dan PJJ. Siswa akan masuk sekolah secara bergantian.
  6. Pemerintah Daerah dan sekolah tidak melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara langsung, tetapi disarankan ujicoba dulu. Dimulai dari kelas paling atas, lalu melakukan simulasi untuk  siswa dikelas bawahnya.
  7. Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan memiliki satu pandangan agar PAUD tidak dibuka pada Januari 2021. Alasannya, anak-anak sangat rentan dan sulit mengikuti protokol kesehatan COVID-19.
  8. Satgas COVID-19 Provinsi dan Kabupaten/ Kota melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Sosialisasi juga melingkupi langkah-langkah pertolongan pertama jika ada orang yang terpapar Covid di sekolah. Ada jaminan perawatan kesehatan bagi warga sekolah.
  9. Komite sekolah diminta berperan aktif mengawasi atau sebagai pihak moderator antara pihak sekolah kepada orangtua siswa. Karena dukungan orangtua dibutuhkan dalam melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
  10. Dinas Pendidikan, Sekolah, Orang Tua harus mengawsi siswa setelah pulangs sekolah. Tidak boleh terlalu lama di luar rumah, terutama jenjang SMP dan SMA/ SMK.
  11. KPAD/KPAID/KPPPAD di Provinsi dan Kabupaten/Kota wajib melakukan fungsi pengawasan terhadap sek
  12. olah-sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka.

Rekomendasi KPAI terkait pembelajaran tatap muka diharapkan bisa menjadi acuan ketika sekolah dibuka kembali. Apalagi kondisi kasus penularan COVID-19 belum menunjukkan angka kemajuan yang signifikan.

 Baca juga: Izin Senjata Api Bagi Warga Sipil di Indonesia Begini Prosedur dan Syaratanya

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close