Edukasi

Biaya Daftar Kenaikan Kelas Menjadi Beban Berat Orang Tua Pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Masa Pandemi

Biaya daftar kenaikan kelas menjadi momok tersendiri bagi orang tua ketika memasuki ajaran baru 2021/2022. Karena biasanya sudah mematok biaya daftar ulang sekolah yang tidak murah. Selain itu, pihak sekolah biasanya meminta untuk melengkapi berkas yang kurang. Agar proses daftar ulang siswa bisa segera dilakukan.

Orang tua harus membayar biaya daftar ulang sekolah dan mengurus berbagai hal terkait kegiatan belajar mengajar. Jika tidak menyelesaikan biaya tersebut, maka siswa akan terkendala mengikuti ajaran baru. Karena biaya daftar kenaikan kelas menjadi syarat wajib bagi siswa mengikuti proses belajar berikutnya.

Orang siswa akan diminta membayar langsung dan melengkapi beberapa berkas. Namun, masa pandemi Covid-19 membuat pengisian berkas dan formulir pembayaran dilakukan secara online lebih dahulu, baru pergi mengirimnya ke sekolah.

Sebelum memulai ajaran baru 2021/2022, pihak sekolah akan mengumumkan berapa biaya daftar ulang dan berkas apa saja yang wajib diisi oleh orang tua siswa.

Berkas Kenaikan kelas Atau Biaya Daftar Ulang Anak Sekolah

Orang tua yang mendaftarkan ulang anaknya setidaknya pada bulan pertama tahun ajaran baru. Adapun berkas yang biasanya diminta pihak sekolah sebagai berikut:

  • Fotokopi kartu keluarga (KK)
  • Fotokopi identitas KTP orang tua/wali ayah dan ibu
  • Biodata Siswa terbaru
  • Membawa formulir daftar ulang yang diisi

Semua berkas tersebut harus dilengkapi, lalu dibawa ke sekolah atau dikirimkan sendiri dalam hardcopy  atau menggunakan jasa kurir. Namun pada masa pandemi Covid-19 dengan tingkat penularan yang tinggi, pihak sekolah tidak memaksa agar orang tua langsung datang sendiri bertatap muka.

Selain, biaya daftar ulang, ada banyak beban biaya sekola lainnya yang menjadi beban orang tua. Uang yang harus dikeluarkan untuk sekolah anak yang tidak murah dan naik setiap tahun. Terutama lembaga pendidikan swasta yang biayanya tidak murah.

Selain Biaya Daftar Kenaikan Kelas, Berikut Beban yang Harus Diperhatikan Orang tua

Bagaimanapun biaya sekolah anak harus diperhitungkan sejak awal. Apakah mampu membiayai pendidikan di sekolah swasta atau sekolah negeri. Berikut biaya kebutuhan siswa yang harus diperhatikan oleh orang tua.

  1. Biaya masuk sekolah

Sejumlah uang yang harus dibayarkan di awal masuk sekolah sebut juga uang pangkal. Biaya masuk sekolah yang harus dibayarkan di awal adalah biaya pendaftaran, uang pembangunan. Selain itu, diminta membayar iuran bulan pertama, biaya seragam, buku sekolah, dan kegiatan ekstakurikuler.

Biaya masuk sekolah hanya dibayarkan sekali saja. Uang pangkal sekolah swasta berbiaya lebih mahal dibandingkan sekolah negeri. Biaya akan semakin mahal jika lembaga pendidikan memiliki penilaian yang bagus dan banyak siswa yang ingin menjadi peserta didik di sana.

  1. Iuran sekolah setiap bulan

Biaya iuran bulanan dan SPP dibayarkan setiap bulan dan wajib dibayarkan di awal bulan. Biaya SPP menjadi penting karena terkait pengeluaran sekolah. Uang sekolah bulanan negeri biaya gratis dan tidak perlu membayar setiap bulan. Sedangkan, biaya uang iuran SPP swasta biaya ada yang murah dan mahal tergantung kualitasnya.

  1. Biaya seragam sekolah

Beban biaya seraga sekolah sering memberatkan orang tua, karena banyak ragamnya. Seperti seraga olahraga, seragam kelas, seragam pramuka, dan lainnya. Pembelian seragam sekolah biasanya dibebankan dari sekolah dan tergantung masing-masing institusi pendidikan.

Masa pandemi Covid-19, siswa lebih sering belajar daring, dan biaya seragam menjadi tidak terlalu penting, karena belajarnya hanya dari rumah.

  1. Biaya buku sekolah 

Biaya buku dan LKS menjadi beban yang mengeluarkan biaya tidak sedikit. Sekolah sering meminta siswa membeli berbagai buku dan wajib dibeli, karena siswa akan kesulitan belajar jika tidak memilikinya. Sekolah swasta terkadang sudah memasukkan anggaran buku ketika pertama kali sekaligus membayar biaya pendaftaran kali.

  1. Biaya kegiatan ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagi pembelajaran yang harus diikuti siswa sesuai minat dan bakat. Setiap menjadi anggota akan mengeluarkan biaya. Dari biaya menjadi anggota ekstrakurikuler, biaya kegiatan, iuran bulanan, dan lainnya.

Biaya daftar kenaikan kelas dan pengeluaran pendidikan lainnya harus diperhitungkan ketika mau mandaftarkan anak ke sekolah. Karena semua biaya pendidikan tidak murah, apalagi ketika masa pandemi Covid-19 dengan pemasukan rendah tetapi pengeluaran tidak berkurang.

Artikel menarik lainnya: Curhat Orang Tua Tentang Biaya Daftar Ulang Sekolah yang Bikin Sakit Kepala

One thought on “Biaya Daftar Kenaikan Kelas Menjadi Beban Berat Orang Tua Pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Masa Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *