Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Edukasi

Belajar Tatap Muka 2021 Diingatkan Satgas Kalau Usia Sekolah Menyumbang 59.776 kasus COVID-19

Belajar tatap muka 2021 dinilai harus mengutamakan keselamatan anak sekolah. Satgas Penanganan Covid-19 sudah melakukan koordinasi bersama kementerian terkait. Seperti yang diumumkan oleh Kemendikbud, Pemerintah pusat sudah membolehkan sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar pada semester genap yang dimulai pada awal bulan Januari 2021.

Satgas COVID-19 mengingatkan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka jika telah memenuhi syarat. Pemda, Kanwil/ Kementerian Agama dan orang tua memiliki hak untuk memutuskan anak bisa kembali belajar di sekolah. Hal tersebut sesuai dengan keputusan SKB 4 menteri.

Meski begitu, Satgas COVID-19 meningatkan sekolah tatap muka harus melihat data perkembangan kasus positif virus corona pada usia anak sekolah. Karena secara persentase angkanya tidak sedikit dan terjadi dari jenjang PAUD hingga tingkat SMA.

Pilih Belajar Tatap Muka 2021 atau Pembelajaran dari Rumah Perhatikan Data Mengejutkan ini

Tahukah kawan Sabumi bahwa angka positif COVID-19 rentang usia anak sekolah adalah 8,87% dari total secara nasional atau 59.776 kasus kumulatif. Besar jumlahnya, bukan? Dari total tersebut berikut rinciannya penularan virus corona berdasarkan rentang usia.

  1. Pada anak usia sekolah dasar (SD) yaitu 7 – 12 tahun. Angka kasus kejadian terbanyak dengan jumlah 17.815 orang (29,8%).
  2. Siswa usia setara SMA yaitu 16 – 18 tahun. Jumlah kasus 13.854 orang (23,17%).
  3. Usia setara SMP yaitu 13 – 15 tahun. Kejadian positif COVID-19 berjumlah 11.239 orang (18,8%).
  4. Selanjutnya, usia setara TK yaitu 3 – 6 tahun. Jumlah kasus 8.566 orang (14,3%).
  5. Sementara, usia PAUD yaitu 0 – 2 tahun. Angka positif COVID-19 berjumlah 8.292 kasus (13,8%).

Tren peningkatan kasus konfirmasi pada semua rentang usia terjadi kenaikan di atas 50 persen. Bahkan, anak usia TK, Paud dan SD terjadi jumlah peningkatan terbesar dalam kurun waktu 1 bulan.

Apabila dilihat konfirmasi tertinggi usia sekolah dari sebarannya terjadi di 10 daerah. Wilayahnya antara lain: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Banten. Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi peringkat 4 teratas penularan virus corona dari semua rentang usia sekolah.

Satga COVID menegaskan memberi informasi konfirmasi COVID-19 pada anak usia sekolah bukan untuk menakut-nakuti. Tetapi ingin memberikan transparansi data kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan menjadikan data di atas menjadi pertimbangan dikeluarkannya izin pembelajaran tatap muka. Bagi daerah dengan kasus positif tinggi, Satgas mengharapkan Pemda lebih baik fokus pada penangan pandemi. Sekolah tatap muka bisa ditunda dulu.

Sebaliknya, apabila daerah merasa siap siswa mulai belajar, Pemerintah daerah harus memahami komitmen disiplin protokol kesehatan . Keputusan pembelajaran tatap muka harus ditinjau secara mendalam dan disetujui semua pihak terkait.

Informasi menarik lainnya: Belajar di Sekolah Tidak Diwajibkan, Tetapi Dibolehkan Tetap Mengacu SKB 4 Menteri

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close