Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Edukasi

Apa Sebenarnya yang Menjadi Alasan PTM Terbatas Ingin Dilaksanakan Secepatnya?

Kemendikbudristek terus mendorong agar sekolah secara tatap muka dapat segera dilaksanakan, tetapi apa yang menjadi alasan PTM Terbatas ingin dimulai? Dunia pendidikan terpaksa mengubah pola belajar siswa dari tatap muka menjadi daring (jarak jauh) karena Covid-19. Dampak perubahan pola pembelajaran tersebut ternyata tidak main-main.

Maka, upaya untuk memulai pembelajaran tatap muka secara terbatas (PTM Terbatas) pun terus diupayakan oleh Kemendikbudristek. Salah satunya menyiapkan kurikulum relaksasi sesuai kondisi darurat. Namun banyak sekali faktor lain yang membuat mutu pembelajaran jadi menurun.

Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kemendikbudristek mendorong  PTM Terbatas di Wilayah PPKM Level 1, 2, dan 3, dengan beberapa pertimbangan antara lain:

  • Daring (jarak jauh) menimbulkan kekhawatiran siswa menjadi tertinggal dalam mengikuti materi pelajaran.
  • Sebagai bentuk antisipasi terjadinya learning loss, namun wajib memperhatikan kondisi lingkungan sesuai instruksi dari Presiden.
  • Fakta membuktikan tidak semua sekolah atau orang tua mempunyai fasilitas yang mumpuni untuk mendukung siswa belajar online dari rumah.

Sehingga, menurut Direktur Sekolah Dasar (SD) Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih, di Jakarta (26/8), Kemendikbudristek ingin bekerjasama dengan dinas pendidikan daerah mendukung kesiapan sekolah melakukan PTM Terbatas.

Langkah Kemendikbudristek untuk Menjawab alasan PTM Terbatas Agar Segera Dilaksanakan

Kemendikbudristek menyarankan agar sekolah berkolaborasi dengan dinas pendidikan setempat. Hal yang disiapkan melakukan PTM terbatas, antara lain daftar periksa, dan psikologis semua pihak, terutama orang tua yang takut anaknya kembali belajar di sekolah. Apalagi bagi orang tua siswa yang anak-anaknya belum mendapat vaksin.

Beberapa langka Ke Kemendikbud untuk memulai PTM Terbatas, sebagai berikut:

  • Menyiapkan kurikulum kondisi darurat. Namun masih membuat kualitas pembelajaran jadi menurun.
  • Meredam rasa khawatir orang tua yang memiliki anak belum divaksinasi.
  • Sekolah melakukan sosialisasi mekanisme dan penerapan disiplin protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh peserta didik ketika sedang belajar di sekolah.
  • Sekolah membangun kerja sama dengan layanan fasilitas kesehatan terdekat, agar cepat melakukan tindakan ketika ada warga sekolah yang terkonfirmasi Covid-19.

Langkah-langkah di atas, dapat mendukung rencana PTM Terbatas dapat dilaksanakan mulai awal bulan September 2021. Catatan Pembelajaran dapat dilakukan dengan beberapa ketentuan, antara lain:

  1. Pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas sekitar lima puluh persen siswa yang hadir setiap hari.
  2. Waktu siswa di sekolah tidak seperti sebelum pandemi. “Maksimal mereka di sekolah selama dua sampai tiga jam saja.”
  3. Bagi sekolah yang mempunyai fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Kemendikbudristek mendorong kegiatan belajar bisa dilaksanakan secara blended learning (daring dan luring).

Tahukah Ayah dan bunda, belajar adalah hak setiap anak, jadi setiap orang tidak boleh melakukan diskriminasi. Semua siswa wajib memperoleh hak belajar yang sama. Sehingga kegiatan pembelajaran harus tetap dijalankan, dlaam hal ini dengan cara PTM Terbatas.

Tujuannya, agar anak bisa belajar dengan aman dan tetap sehat sehingga learning loss bisa ditekan. Siswa Indonesia tidak tertinggal dalam hal pendidikannya.

Artikel menarik lainnya: Bunuh Diri Karena Pinjol Sebuah thread dari Ismail Fahmi Founder Drone Emprit

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close