Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Dunia Digital

Hati-Hati Penipu Mulai Membidik Penggiat Sosial

Berbagai macam cara penipu mendapatkan uang dengan cara memperdayai seseorang untuk dijadikan korban saat ini tengah marak terjadi, termasuk mulai membidik penggiat sosial.

Ada banyak anggota masyarakat menjadi korban berbagai jenis kasus penipuan dengan jumlah kerugian yang sangat tinggi.

Di era digital saat ini, kita perlu meningkatkan lagi tingkat ke waspadaan terhadap berbagai bentuk modus operandi penipuan. Termasuk penipuan yang langsung masuk melalui jaringan nomor handpone pribadi kita.

Saat ini, nomor handpone kita sangat rawan disalahgunakan. Selian itu, menjadi tujuan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam mengeruk keuntungan semata.

Para Penipu Mulai Membidik Penggiat Sosial

Saat ini, kita sering tiba-tiba mendapatkan pesan singkat yang mengaku sanak family kita. Isi nya sangat beragam, dari mulai minta pulsa, minta transfer sejumlah uang dan banyak lagi ragamnya.

Apalagi bagi kawan-kawan penggiat sosial yang tengah melakukan aksi dan sering sekali mencantumkan nomor telepon dalam melakukan kegiatan penggalangan dana. Nomor yang digunakan untuk berbagai bentuk program serta kegiatannya.

Para penipu kini tidak segan-segan melakukan penipuan kepada kawan-kawan yang tengah melakukan aksi penggalangan dana sosial dan kemanusiaan.

Modus operandi pelaku dengan menghubungi korban dengan cara mengirimkan pesan singkat atau pesan melalui aplikasi chat, mereka memberitahukan bahwa telah melakukan transaksi dengan cara mentransfer sejumlah uang donasi.

Contohnya : Mereka mengonfirmasi telah melakukan transfer sejumlah uang berikut bukti print out resi sebagai bukti transaksi transfer. Resi yang lengkap dengan jam, cabang atm dan nama bank, nomor rekening korban dan pelaku. Semua bukti biasanya mereka kirim itu terlihat rapi dan sempurna.

Bukti yang sangat rapi dan sempurna itulah biasa nya bisa sangat cepat memperdayai korban dengan sangat mudah, apalagi korban tidak hati-hati.

Baca juga:

KETIKA ANAK MEMBELI PERTEMANAN DENGAN SEPOTONG KUE

RACUN DALAM PERSAHABATAN, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Langkah awal untuk mengantisipasi dan menghindarinya yaitu,

  1. kita harus tetap waspada. Jangan sekali-kali mencoba untuk menghubungi langsung nomor telepon sang pelaku dengan alasan apapun.
  2. Langkah kedua cek terlebih dahulu jumlah saldo rekening atau dengan cara melihat laporan transaksi di rekening kita melalui fitur mutasi rekening.
  3. Apabila tidak ada transaksi dengan nominal seperti yang di konfirmasi para pelaku, berarti kita sudah menjadi sasaran pelaku untuk tujuan menipu.
  4. Biasanya nominal sejumlah uang yang sudah di donasikan dengan resi bukti transfer itu jumlah nominalnya akan jauh berbeda. Contohnya : Pelaku menyebut kan telah berdonasi sebesar Rp. 500.000 dan bukti transfer atau resinya akan tercetak sejumlah Rp5.000.000.
  5. Dalam menjalan kan aksi nya para pelaku penipuan akan berharap, si korban sebagai orang penerima donasi akan melakukan konfirmasi atas kelebihan transfer yang di lakukan donatur nya itu.
  6. Di saat kontak itu lah modus mereka dilancarkan, mereka akan ber pura-pura telah melakukan kesalahan dengan mengaku telah mengirim uang lebih.
  7. Mereka akan memaksa dan meminta kepada korban untuk segera melakukan transfer kembali kelebihan uang mereka. Pelaku biasanya akan menggiring korban ke mesin ATM terdekat dan tentunya langsung menguras rekening para korban.

Jadi sudah sepatutnya kita terus meningkat kan kewaspadaan dalam berbagai bidang, terutama penipu telah membidik penggiat sosial. Termasuk dalam menghadapi berbagai modus operandi yang di lakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab melalui pesan atau pun chat pada nomor handpone kita.

Jadi, waspadalah-waspadalah. Jangan mudah tragiur transferan dengan angka tinggi, apalagi kalau nilainya berbeda dengan nilai yang disebutkan telah ditransfer.

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close