Tue. Apr 16th, 2024
    Permainan tradisional pletokan yang sangat seruPermainan tradisional pletokan yang sangat seru

    Permainan tradisional pletokan menjadi permainan yang sangat seru bagi anak-anak zaman dulu. Apakah kamu pernah ingin berlatih perang-perangan ketika masih kecil? Permainan ini biasanya dimainkan dengan membagi tim perang-perangan menjadi dua kelompok.

    Setiap kelompok mengatur strategi untuk menyerang lawan. Selain itu, ada tempat persembunyian bagi masing-masing kelompok. Nah, dulu permainan ini populer di Jakarta. Sehingga, ada yang bilang asalnya dari ibukota. Tetapi ditemukan juga di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat.

    Karena memainkannya sangat seru, permainan tradisional pletokan cepat sekali menyebar ke berbagai daerah di seluruh pelosok tanah air. Terutama, dimainkan sangat menarik minat anak laki-laki.

    Permainan pletokan adalah simbol cerminan bangsa Indonesia ketika menghadapi para penjajah. Para pejuang berperang dengan kerja sama dan strategi demi mencapai kemerdekaan. Begitu pula nilai mainan ini, anak-anak diajarkan untuk bersama-sama untuk memikirkan cara dalam mencapai tujuan. Misalnya belajar bersama, gotong royong, dan mengajarkan empati juga.

    Peraturan dan Cara Permainan Tradisional Pletokan

    Cara bermain pletokan sebagai berikut:

    • Kumpulkan teman sebanyak-banyaknya. Semakin banyak anak-anak berkumpul, maka permainan ini semakin seru.
    • Bagi menjadi para pemain menjadi dua kelompok.
    • Sebelum bermain, carilah tempat yang bisa digunakan untuk persembunyian.
    • Dulu, Anak-anak biasanya bermain pletokan di pekarangan yang banyak terdapat semak dan pepohonan.Dengan begitu, permainan ini menjadi sangat mengasyikkan.
    • Aturan permainan utama pletokan adalah apabila pemain telah tertembak tiga kali, maka pemain tersebut dianggap gugur.
    • Permainan akan berakhir apabila jumlah anggota salah satu kelompok telah habis tertembak.
    • Kelompok yang masih bertahan akan dinyatakan menjadi pemenangnya.
    • Permainan juga ini bisa dilakukan lebih dari dua ronde apabila terjadi seri.

    Cara Membuat Alat dari Bambu

    Anak-anak biasanya membuat permainan tradisional pletokan bersama teman-teman. Berikut cara membuat alat mainan ini:

    • Siapkan bambu yang kuat dan tua agar tidak mudah patah.
    • Bambu dibagi dijadikan dua bagian, yakni : penyodok dan laras.
    • Penyodok dibuat dengan cara membelah bambu. Sehingga, terbentuk seperti lidi panjang.
    • Setelah itu, meraut bambu sampai bundar sesuai dengan lingkaran laras pegangan yang panjangnya sekitar 10 cm.
    • Pastikan penyodok bisa dimasukkan kedalam laras.
    • Pada bidang atas penyodok dibuat lebar, sebagai tempat menekan atau memukul-mukul amunisi/pelor agar bisa dimasukkan dengan baik.
    • Permainan berbahan bambu ini bisa ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit dengan bentuk  kerucut. Tujuannya agar suara yang keluar terdengar keras.
    • Pembuatan laras harus menyiapkan bambu kecil, diameter 1 cm, dan panjang selang 15 – 20 cm.
    • Beratnya harus sama dalam membuat laras memakai bambu tua agar tidak mudah patah.
    • Bagian terakhir, siapkan kertas basah atau biji-bijian atau buah berukuran kecil sebagai peluaru.

    Kalau kamu tertarik memainkan pletokan, tunggu apalagi mari coba dibuat.  Permainan tradisional ini masih dimainkan terutama di daerah pedesaan. Jika tidak dimainkan secara berkelompok, anak-anak biasanya untuk menembak jambu atau hewan kecil.

    Artikel menarik lainnya: Permainan Tradisional Layang-Layang yang Selalu Dimainkan dari Zaman Dahulu

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *