Thu. May 30th, 2024
    Permainan Hompimpa Alaium GambrengPermainan Hompimpa Alaium Gambreng

    Permainan Hompimpa sangat dikenal anak-anak era 90an yang diucapkan sebelum mulai sebuah games. Anak-anak memainkannya sambil mengucapkannya sembari mengucapkan kalimat ”Hompimpa alaium gambreng” untuk mengawali permainan lainnya.

    Hompimpa diucapkan sembari tangan diletakkan dengan saling berhimpitan. Setiap anak akan membalikkan tangan mereka membalikkan telapak tangan menjadi telapak tangan yang putih atau tidak membalikkannya. Gerakannya dilakukan secara serentak. Jika belakang telapak tangan yang paling sedikit, maka akan menjadi pemenang.

    Jadi, kalimat  hompimpa alaium gambreng adalah sebuah mantra untuk menunjuk orang yang menang dan kalah sebelum mengadakan permainan dengan memakai tangan.

    Aturan Permainan Hompimpa Alaium Gambreng

    Permainan hompimpa ini mempunyai aturan yang dilakukan dengan cara berikut:

    1. Para pemain melaksanakannya dengan cepat dan serentak. Apabila ada orang yang telat atau kecepatan, maka permainan harus diulang kembali.
    2. Saat tangan diangkat ke atas untuk dibalikkan atau tidak, para pemainnya mengatakan bersama-sama “hompimpa alaium gambreng”.
    3. Jumlah pemain yang sama membuka telapak tangan putih atau belakangnya, akan menjadi pemenang.
    4. Adapun jumlah pemainnya adalah lebih dari dua orang.

    Namun, jika yang memainkannya hanya dua orang, setiap orang akan mengeluarkan jari kelingking, telunjuk, atau ibu jari, secara bersama dan serentak. Apabila jari telunjuk melawan ibu jari, maka orang yang menang adalah yang mengeluarkan ibu jari. Apabila melawan  kelingking, maka pemenangnya adalah kelingking. Begitu seterusnya sesuai suten (suwit) dengan menggunakan jari.

    Jadi, tujuan permainan ini adalah menentukan siapa pemain yang menjadi pemain pertama dalam suatu permainan. Sehingga, dapat terpilih orang yang akan menjadi pemain pertama.

    Makna yang Tersirat dalam Permainan Hompimpa

    Permainan ini memiliki makna yang luhur dari kalimat yang diucapkan “hompimpa alaium gambreng”. Kata Hompimpa alaium dapat diartikan “dari Tuhan dan kembali ke Tuhan”. Adapun Gambreng artinya “ayo bermain”.  dipakai sebagai aba-aba.

    Permainan Hompimpa bermakna untuk mengajarkan kepada kita bahwa hidup bersumber dari Tuhan. Manusia tidak tahu kapan waktunya akan kembali kepada Tuhan.Ketika menunjukkan telapak tangan atau punggung tangan, para pemain tidak mengetahui apakah akan menjadi menang atau sebagai orang yang kalah.

    Selain, mengingat kepada sang Pencipta, hompimpa memiliki makna nilai hidup yang bisa mengajarkan anak-anak untuk belajar tentang sifar lapang dada, yaitu menerima apapun hasil dari pilihan yang telah kita tentukan.

    Beberapa nilai yang dapat dipelajari dari “hompimpa alaium gambreng, antara lain:

    1. Menerima keputusan menjadi pemenang dan kalah.
    2. Tetap bersama dan berteman meskipun berbeda pilihan.
    3. Belajar bersikap adil.
    4. Menjaga tali persahabatan.
    5. Tetap sportif dalam posisi yang kalah.
    6. Belajar tentang nilai keadilan.

    Permainan tradisional ini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak, terutama di perkotaan. Mereka tidak akrab dengan kalimat “hompimpa alaium gambreng” sebagai permainan era tahun 90-an. Tugas orang tua yang dulu memainkannya untuk mengenalkan kembali kepada anak-anak.

    Artikel menarik lainnya: Permainan Tradisional Oray-Orayan dari Sunda yang memiliki Makna dan Manfaat Bagi Anak-Anak

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *