Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Budaya Indonesia

Celoteh Penikmat Kopi Arabica Warisan Nenek Moyang Kita Dulu

Mendengar kata kopi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat indonesia dan sebagai penikmat kopi arabica mengakui hampir semua kalangan menyukai minuman ini. Dari desa hingga kota, minum kopi menjadi bagian keseharian. Tumbuhan ini juga sangat erat dengan sejarah Indonesia. Kebanyakan masyarakat Indonesia meminum kopi sachet yang mudah dan praktis.

Jenisnya pun beragam, mulai dari kopi dengan gula, kopi susu, kopi mocha, hingga. Namun tahukah kamu, kalau kopi yang ditanam di Indonesia paling banyak adalah kopi Robusta dan Arabica. Kedua jenis kopi ini menjadi ciri khas kopi Indonesia. Belakang ini kopi Robusta dan Arabica kembali ramai dikalangan masyarakat indonesia khususnya di Sukabumi. Geliat usaha kopi banyak bermunculan. Warung atau cafe kopi berdiri dan menjadi tempat kongkow bagi kaum muda penikmat kopi Sukabumi. Tidak heran, kopi memiliki ikatan yang sangat kuat dengan tanah Sukabumi sejak jaman VOC.

Penikmat Kopi Arabica Bercerita Sedikit Sejarah Kopi Sukabumi

Sukabumi memiliki latar sejarah yang kuat dalam kontribusi perkopian di Indonesia. Bagaimana tidak, Sukabumi adalah salah satu tempat lahirnya kopi priangan yang mendunia pada jaman VOC. Berawal pada tahun 1677, ketika VOC (Asosiasi Perdagangan Belanda) berhasil merebut wilayah Priangan Barat dan Priangan Tengah. Lalu pada tahun 1689, dicobalah benih kopi arabica pertama ditanam di tanah Priangan.

Coffee Arabica yang dibawa dari India oleh Belanda dan ditanam di pinggiran kota Batavia, Pulau Jawa. Namun sayangnya benih kopi tersebut gagal karena banjir dan gempa bumi. Pada tahun 1699, benih Coffee Arabica kedua berhasil tumbuh baik di sekitar Kampung Melayu, Bidaracina, Meester Cornelis, Palmerah, Sukabumi serta Sudimara di Priangan Barat. Kemudian, tahun1707, terjadi kesepakatan permintaan bantuan Koffie-stelsel antara VOC dengan para Bupati Priangan untuk melakukan penanaman kopi di wilayahnya. Itulah sejarah singkat kopi di jawa barat yang saya ketahui.

Ragam Cara Menikmati Kopi Warisan Nenek Moyang Kita

Banyak cara menikmati kopi, ada berbagai metode penyeduhan kopi. Bahkan, ragam cara menikmati kopi menjadi trend tersendiri di kalangan pecinta kopi. Dari manual brewing atau seduh manual sampai menggunakan mesin kopi. Saya sendiri lebih suka menyeduh kopi dengan cara praktis yaitu manual brewing. Terkadang ditubruk atau difilter menggunakan alat bernama Aero Press.

Kopi yang saya suka adalah kopi jenis arabica. Alasannya rasanya yang unik. Lebih spesifik, saya menyukai kopi arabica dari Garut. Rasanya yang fruity dan ringan dilidah, seperti ada kandungan buah yang tersimpan di kopi tersebut. Saya selalu membawa kopi tersebut kemanapun bepergian. Terlepas dari itu, bukan hanya sekedar rasanya yang membuat saya mencintai dan menjadi penikmat kopi arabica. Saya sangat mencintai kopi karena merupakan warisan hasil sejarah panjang budidaya tanaman dari nenek moyang kita dulu.

Ditulis Oleh Denden Sabumi

Sang Penikmat Kopi Arabica

Baca juga : Onthel Pustaka Sukabumi On The Road Literasi Melapak Buku dengan Sepeda Tua

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close