Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Budaya IndonesiaTRENDING TOPIK

Pengendara ke Jalan Kadudampit Sukabumi Harus Bersabar, Ada Pawai Samen Bawa Kapal Titanic di Sana

Pengendara ke Jalan Kadudampit Sukabumi Harus Bersabar, Ada Pawai Samen Bawa Kapal Titanic di Sana

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Acara Samenan di Jalan Kadudampit Sukabumi tampak begitu semarak, apalagi ada yang bawa replika kapal titanic sebagai bagian dari karnaval tersebut.

Pawai drumband pagi ini (16/6) menjadi acara puncak dalam kenaikan kelas madrasah Diniyah Naelul Inayah di Kampung Dangdeur, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, kabupaten Sukabumi. Pagi-pagi buta, semua warga dari kampung tersebut sudah bersiap-siap untuk mengikuti pawai.

Kalau dilihat-lihat sepertinya antusias orang tua murid lebih besar dari pada anak-anaknya. Mereka berdandan tidak seperti hari-hari lainnya. Pokoknya orang tua menjadi pada paling cantik sekecamatan Cisaat hari minggu ini. Persiapan pawai samenan ini rupanya sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari oleh masyarakat Kampung Dangdeur.

Macet Waktu Perpisahan Sekolah itu wajar, Apalagi Ada Pawai Samen Bawa Kapal Titanic di Jalan Kadudampit Sukabumi

Para Siswa Mengikuti Iring-Iringan Pawai di Jalan Kadudampit Sukabumi
Para Siswa Mengikuti Iring-Iringan Pawai di Jalan Kadudampit Sukabumi

Selain iringan drumband, para warga Kampung Dangdeur ternyata sudah mempersiapkan pawai samen dengan serius. Berbagai replika yang dibawa dalam pawai tersebut akan diikutsertakan dalam kompetisi karnaval.

Si Maung pun Ikut dalam iring-iriangan Samen di Kadudampit Sukabumi
Si Maung pun Ikut dalam iring-iriangan Samen di Kadudampit Sukabumi

Pawai Samen Perpisahan Sekolah di Sukabumi tanpa replika berbagai benda, itu bagai masak sayur tanpa Masako. Enggak gurih. Pawai Samen yang melintasi jalan Kadudampit Sukabumi tersebut membawa replika harimau, kapal Titanic, dinasaurus dan masih banyak lagi lainnya.

Replika Naga Dibawa oleh Peserta Pawai Sukabumi
Replika Naga Dibawa oleh Peserta Pawai Sukabumi

Keberadaan replika cukup menghibur warga yang dilintasi iringan pawai tersebut. Tetapi rasanya tentu saja berbeda bagi para pengemudi kendaraan bermotor.

Hidup memang butuh keseimbangan, seperti pantauan yang saya lihat di lokasi. Ketika sebagian warga sedang hura-hura mengikuti iring iringan pawai, naas bagi para wisatawan yang akan berlibur menuju tempat wisata di Jalan Kadudampit.

Minion Muncul di antara Keramaian Pawai Samenan Cisaat Sukabumi
Minion Muncul di antara Keramaian Pawai Samenan Cisaat Sukabumi

Jalan Kadudampit menuju objek wisata Situ Gunung Sukabumi harus terjebak macet, karena memang replika kapal Titanic dan yang lain nya ini habis memakan sebagian badan jalan. Iya, kebayang enggak kapal titanic melintas di jalan Kadudampit itu?

Baca juga:

Back to the wild : Menelusuri Hutan Hujan Tropis Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Kembali Menimba Ilmu Ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor

Bagi pengemudi kendaraan bermotor, terima kasih untuk tetap bersabar. Mudah-mudahan para pengguna jalan dan rombongan pawai bisa saling mengerti. Nikmati saja macet itu sebagai bagian dari keseimbangan kehidupan. Wisatawan ingin berlibur dan warga lokal juga butuh hiburan.

Acara pawai berjalan lancar. Setelah iring-iringan pawan, wisatawan bisa cepat sampai ke tempat tujuan untuk berlibur. Acara pawai samen diperkirakan sampai pukul 17.00 wib. Atraksi drumband menjadi penutupan acara hari ini. Setelah dua hari yang lalu diisi oleh acara-acara keterampilan anak didik madrasah Diniyah.

Mari nikmati samen, jangan lupa bahagia hari ini. 

Salam, Firdaus Sabumi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close