Nama Alat Dapur Tradisional Sunda, Anak Zaman Sekarang Belum Tentu Tahu

Nama alat dapur tradisional sunda

Provinsi Jawa Barat memiliki nama alat dapur tradisional sunda khas yang sebagian besar terbuat dari bambu. Ada pula alat dapur yang terbuat dari alumanium dan kuningan.

Alat dapur tradisional sunda mungkin sudah mulai ditinggalkan dan dianggap kuno oleh sebagai besar masyarakat suku Sunda itu sendiri. Karena sudah beralih menggunakan alat dapur modern.

Meski pun, alat dapur tradisional sunda memiliki ciri khas dan lebih ramah lingkungan. Apalagi alat masaknya dapat membuat makanan dengan citarasa yang kahs di lidah, dibandingkan peralatan tradisional. Berikut ini nama alat dapur sunda yang perlu kamu ketahui. Kamu mungkin belum pernah menggunakannya sebelumnya.

Baca juga : Ayu Ting Ting Artis Dangdut Perempuan dengan Follower Terbanyak di Indonesia

Alat Dapur Tradisional Sunda : Boboko (sangku)

Alat dapur ini dibuat dengan anyaman bambu bagian atasnya bulat dan di bawahnya persegi, diberi kayu atau bambu. Secara garis besar bobokoteridri dari 2 jenis. 1) Boboko sebagai wadah sayur dan penyimpan beras. 2)Bakul Nasi dengan ukuran lebih kecil sekitar 1/4 bagian dari boboko penyimpan sayuran.

Aseupan

Dibentuk kerucut terbuat dari anyaman bambu. Alat dapur ini digunakan untuk memasak nasi dan diletakkan di atas seeng. Posisi bagian yang runcing pada bagian bawah dan beras dicuci untuk dimasukkan ke dalam aseupan tersebut. Selain digunakan memasak nasi, Aseupan juga biasanya dipakai untuk mengukus beragam makanan.

Seeng

Alat dapur tradisional sunda ini dibuat dari kuningan, alumanium, atau seng. Seeng digunakan untuk menanak nasi dengan mengukusnya di dalam aseupan dan bisa dikatakan merupakan pasangan dari aseupan.

Tolombong

Alat dapur ini menjadi wadah berbentuk bundar, mirip boboko dengan alas bagian bawah berbentuk persegi. Tolombong sebagai tempat multifungsi yang biasanya digunakan untuk wadah lalapan, cabe, terong, dan lain-lain.

Hihid

Kalau dilihat dari rupanya merupakan kipas. Bentuknya persegi dibuat dari bambu. Hihid digunakan untuk mendinginkan nasi panas yang baru dari aseupan. Kipas ini juga digunakan mengipasi arang ketika membakar sate. Hihid masih sering ditemukan di tempat tukang sate dan tukang jagung bakar untuk mengipas bara api.

Katel

Alat memasak ini dibuat dari bahan alumanium. Ketel digunakan untuk menggoreng, membuat sayur, dan masakan lainnya. Alat masak ini dalam bahasa indonesia disebut wajan.

Katrol

Digunakan untuk memasak nasi liwet. Alat memasak nasi liwet ini sering ditemukan di dapur yang sering digunakan untuk menjamu tamu yang datang ke rumah.

Hawu

Terbuat dari tanah liat berbentuk kotak. Tingginya diperkirakan 30-35 cm. Hawu berfungsi sebagai kompor dengan kayu sebagai baha bakarnya. Tungku hawu ini masih sering digunakan di rumah penduduk di pedesaan. Namun penggunaannya mulai berkurang saat ini.

Ayakan

Dibuat dari anyaman bambu dengan ukuran yang bervariasi. Ada ayakan berdiameter 30 cm, ada pula yang membuatnya dengan ukuran 90 cm. Ayakan digunakan untuk menyimpan sayuran yang mentah atau untuk menjemur makanan hingga kering dan siap untuk dimasak.

Coed

Awalnya coed terbuat dari batu, namun ada pula yang membuatnya dari tanah liat sekarang ini. Coed digunakan untuk menghaluskan bambu dan membuat sambal. Bahan batu lebih tahan lama dibandingkan coed yang terbuat dari tanah liat.

Dulang dan Halu

Dibuat dari batang kayu yang dilubangi semakin ke bawah semakin kecil, biasanya untuk menumpuk opak dan membuat tepung beras. Pasangannya dinamakan Halu yang dibuat dari kayu bulat panjang dengan ukuran genggaman tangan. Halu digunakan sebagai alat penumbuk.

Baca juga : Kisah 3 Driver Taksi Online, Menolak Berdiam Diri Pada Usia Senja

Nama alat dapur tradisional sunda tersebut sudah mulai jarang ditemukan ditemukan di rumah masyarakat sunda. Terutama Hawu yang telah berganti dengan kompor gas. Alat pemasak nasi pun telah berganti dengan penenak nasi listrik yang dianggap lebih efisien pada zaman sekarang ini.

One thought on “Nama Alat Dapur Tradisional Sunda, Anak Zaman Sekarang Belum Tentu Tahu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.