Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Budaya Indonesia

Mudik Lebaran Dilarang dan Beratnya Tidak Bersilaturahmi di Hari Raya Idul Fitri   

Mudik lebaran dilarang oleh pemerintah ditolak oleh sebagian masyarakat. Rasanya tidak rela tidak bisa pulang kampung dan bagaimana mungkin tak bersua sanak saudara di hari raya Idul Fitri tahun 2021 kali ini. Oleh sebab itu, tidak heran banyak orang yang protes dan memilih ke kampung halaman sebelum tanggal pelarangan 6-17 Mei 2021.

Selain itu, ada pula yang membandingkan mengapa mudik lebaran dilarang, tetapi wisata lokal tetap dibuka? Padahal, sudah jelas pembukaan pariwisata lokal memanfaatkan kunjungan warga di dalam kota, bukan dari luar daerah. Begitulah faktanya tetap tidak rela kalau harus terpaksa bertahan di tanah rantau dan tanpa bertemu untuk bersilaturahmi secara tatap muka Idul Fitri 1442.

Lebaran atau hari raya Idul Fitri menjadi hari spesial yang dinanti oleh umat Islam di Indonesia. Tidak hanya mengandung makna spiritual sebagai waktunya seseorang kembali dalam keadaan suci dari segala dosa dan keburukan. Hidup dalam kembali ke fitrah terlepas dari segala kejelekan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Selain itu, lebaran memiliki makna kultural bagi masyarakat sebagai tradisi yang terus dilakukan setiap setahun sekali. Setelah salat Idul Fitri, masyarakat beragama Islam yang merayakan lebaran dengan sungkeman kepada keluarga, sanak saudara, dan tetangga. Adapula yang melakukan ziarah ke kuburan dan memanjatkan doa kepada mereka yang telah tiada. Silaturahmi saat lebaran dirayakan dengan rasa gembira dan saling memaafkan satu sama lain.

Lebaran dengan makna kultural ini lah yang sulit ditinggalkan oleh masyarakat di Indonesia. Jika secara spiritual urusan kemenangannya dengan Allah yang Maha Pengampun, sedangkan makna lebaran secara kultural urusannya dengan sesama manusia dengan cara bertemu untuk saling melupakan kesalahan.

Itulah sebabnya, kenapa sebagian masyarakat mempertanyakan kenapa mudik lebaran tahun 2021 dilarang oleh pemerintah. Karena mereka tidak mau kehilangan momentum untuk bertemu keluarga, sanak saudara, dan silaturahmi dengan tetangga mereka. Demi saling memaafkan satu sama lain.

Memberi Pemahaman Kenapa Mudik Lebaran Dilarang itu Menjadi Sangat Penting

Pemerintah harus memberi pengertian kepada kaum muslim di Indonesia lebih persuasif dan terus-menerus kenapa mudik lebaran dilarang. Agar masyarakat memahami bahwa tujuan pelarangan tersebut sebenarnya untuk mencegah naiknya angka penularan virus corona. Masa pandemi Covid-19 belum usai dan masyarakat memiliki peran yang penting agar bencana kesehatan di negeri ini segera berakhir.

Kalau caranya hanya dengan menyekat jalan raya, maka ada saja masyarakat yang berupaya untuk berlebaran di kampung halaman. Karena sukar rasanya membayangkan kenapa merayakan Idul Fitri dilarang, meskipun kenyataannya memiliki risiko terhadap bencana kesehatan Covid-19. Dibuktikan dengan meningkatnya jumlah penularan virus corona pada lebaran tahun 2020. Pemerintah tentu tidak mau kejadian yang sama tahun lalu terulang kembali.

Masa Pandemi pada saat lebaran kali ini bukan hanya menguji kemampuan untuk bertahan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetapi, juga menguji umat Islam untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan bersosialisasi dengan lebih dekat kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal.

Jika selama ini lebaran dirayakan dengan cara mudik ke kampung halaman. Kali ini waktunya merayakan Idul Fitri dan menjalin silaturahmi dengan tetangga. Jika selama ini berpikir dengan mengutamakan memohon maaf kepada keluarga dan sanak saudara, kali ini saling melupakan kesalahan dengan tetangga di sekitar tempat tinggal. Karena tetangga itu sangat penting bagi kehidupan kita dan menjadi orang terdekat yang menolong jika ada kesulitan.

Sosialisasi tentang bahaya jika mudik pada masa pandemi Covid-19 harus terus dilakukan oleh pemerintah. Agar kebijakan yang mudik dilarang harus disadari bersama. Kalau tetap memaksakan diri berlebaran dan melakukan pertemuan dalam jumlah yang besar akan meningkatkan risiko penyebaran wabah COVID-19. Apalagi jika orang yang mudik berasal dari salah satu episentrum penyebaran virus corona. Mari kembali meraih kemenangan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Artikel menarik lainnya: Pelajaran dari Pengurus Masjid di Bekasi yang Membentak Jamaah Karena Menjalankan Protokol Kesehatan

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close