Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Budaya Indonesia

Ditutupnya Jalan Masuk Rumah Pak Eko : Sudahkah Berhubungan Baik dengan Tetangga Kita?

Dari kasus sulitnya masuk rumah Pak Eko, saya menjadi berpikir tentang permasalahan tentang terkikisnya hubungan ketetanggaan di lingkungan tempat tinggalnya.

Bagaimana mungkin tetangga menutup akses jalan ke rumah Pak Eko. Bahkan, ada pula tetangga yang tidak tahu kalau rumah yang jadi pembahasan banyak orang ternyata berada di belakang rumahnya.

Meski dalam pemberitaan, permasalahan telah diselesaikan dengan dibukanya akses jalan masuk rumah Pak Eko telah selesai. Tetangganya pula yang berbaik hati membuat jalan masuk rumah Pak Eko, tetap lahir pertanyaan tentang kenapa kasus penutupan akses jalan tersebut bisa terjadi. Betulkah tetangga berbuat setega itu?

Kok rasa-rasanya sudah seperti terjadi hilangnya nilai keguyuban antara tetangga dalam suatu lingkungan tempat tinggal.\r\n

Hilangnya Rasa Silih Asih, Silih Asah dan Silih Asuh Melihat dari Penutupan Akses Masuk Rumah Pak Eko

Sejujurnya, bagi saya yang hidup di lingkunan perkampungan di Cicantayan, Sukabumi tentu tidak membayangkan tetangga akan berbuat setega itu. Kehidupan ketetanggaan biasanya saling memperhatikan, peduli dan saling menjaga.

Buktinya, ketika saya pergi ke luar kota, maka satu kampung mengetahui kalau hanya ada istri saya di rumah. Fungsi sosial ketetanggaan sangat terasa. Tetangga serta-merta akan memperhatikan kondisi istri yang hanya tinggal berdua sama anak. Dampaknya, istri menjadi merasa nyaman karena merasa dilindungi oleh semua tetangga.

Ketika pemberitaan kasus Pak Eko tidak memiliki akses jalan masuk ke rumahnya sungguh memprihatinkan. Bagaimana hubungan ketetanggaan bisa berjalan dengan baik, sedangkan akses jalan saja tidak diberi. Rumah menjadi dikelilingi tembok rumah tetangga sekitarnya. Apalagi kejadian terjadi di Ujung Berung Bandung, warganya tidak jauh dari kehidupan masyarakat sunda.

Masyarakat sunda itu memiliki nilai kehidupan ketetanggan yang sangat melekat dalam kehariannya. Budaya sunda memiliki pameo silih asih ( saling mengasihi), silih asah (saling memperbaiki diri), silih asuh ( saling melindungi).

Nilai tersebut tercermin dalam kehidupan sosial sehari-hari. Kalau ada sebuah tertimpa kemalangan, maka tetangga datang untuk menghibur. Kalau ada permasalahan rebut-ribut antar tetangga, segera didamaikan oleh tokoh masyarakat. Tetangga pula yang melindungi tetangga lain ketika terjadi masalah atau musibah.

Nilai-nilai yang melekat pada masyarakat sunda dalam kehidupan perkotaan di Ujung Berung, Bandung sudah terkikis jaman. Kondisinya jauh berbeda dengan warga kampung Cicantayan Sukabumi. Rasa silih asih, silih asah, dan silih asuh masih begitu kental terasa.

Tetangga memperhatikan tetangga lain seperti keluarganya. Karena mereka sangat menyadari kalau terjadi musibah dan hal yang tidak mengenakkan pasti tetangga yang membantu. Empati terhadap sesama masih sangat tinggi. Sehingga, sungguh aneh rasanya ada tetangga yang menutup akses jalan. Sedangkan, melukai perasaaan tetangga saja sudah bikin tak enak hati.

Baca juga :

SUDAH PERNAH DATANG KE TEMPAT WISATA BUKIT BAROS SUKABUMI, BELUM?

REKOMENDASI KULINER SUKABUMI, KAMU SUDAH MENCOBA MAKANAN ENAK INI?

Pentingnya Menjalin Hubungan Baik dengan Tetangga

Kasus ditutup akses jalan masuk rumah Pak eko menjadi contoh bagi kita untuk berhubungan baik dengan tetangga. Hubungan tersebut harus tetap di jalan, dari orang tua dan turun ke anak-anaknya. Ajari anggota keluarga, terutama kepada anak-anak untuk memiliki rasa empati kepada tetangga.

Rasa silih asuh, asih, dan asah jangan sampai luntur. Karena nilai budaya tersebut menjaga kita agar tetap saling berhubungan baik dengan tetangga.

Kita harus menunjukkan rasa sopan dan hormat kepada orang lain. Jangan sampai menyakiti perasaan orang lain. Sekali kita merusak hubungan baik dengan tetangga, bukan tidak mungkin kasus penutupan jalan masuk rumah Pak Eko, juga terjadi pada keluarga anda. Semoga saja tidak terjadi, selama tetangga saling menjaga dan melindungi antara sesama.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close