Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Budaya Indonesia

Cara Membuat Sate Maranggi yang Bumbunya Meresap Hingga Ke Daging Cocok Menjadi Makanan Idul Adha

Cara membuat sate maranggi banyak ingin diketahui orang, karena menjadi kuliner khas saat merayakan Hari Raya Idul Adha. Makanan khas Jawa Barat ini sangat terkenal di beberapa daerah di Jawa Barat, terutama di Purwakarta.

Sate Maranggi adalah kuliner khas dari Kabupaten Purwakarta. Cara memotong daging diolah dengan berbentuk dadu yang ukuran sekitar 1 cm. Potongan daging biasanya berjumlah 4 buah ditusukan ke bambu sate yang runcing. Lalu, diberi bumbu dan dipanggang sampai terasa empuk.

Citarasa daging dan rasa bumbu yang meresap memiliki kekhasan sendiri, sehingga berbeda dengan sate Madura. Selain itu, memiliki latar belakang sejarah yang menarik dibahas.

Tidak Hanya Cara Membuat Sate Maranggi, Ketahui juga Cerita Sejarahnya

Tahukah kawan Sabumi, asal mula nama sate maranggi? Dari sebuah cerita kata “Maranggi” adalah berasal dari nama panggilan kepada seorang penjual Sate. Namanya yaitu Mak Anggi berasal dari Jawa Tengah.

Pada tahun 1960-an, beliau berdagang sate dengan memakai tenda di dekat tempat tinggalnya, yaitu di Cianting. Waktu itu, pembeli yang ingin menikmati sate menyebut membeli sate Mak Anggi. Lama kelamaan nama sate tersebut dinamakan Sate Maranggi. Bunyi huruf “R” dalam “MaRanggi” agar lebih mudah mengucapkan nama kuliner tradisional ini.

Sedangkan, ada cerita lain kalau lokasi asal mula Sate Maranggi adalah di Kecamatan Wanayasa. Namun waktunya lebih muda dibandingkan keberadaan Sate Maranggi di Plered, yakni tahun 1970. Jadi berjarak lebih muda 8 tahun.

Penjual Sate di Wanayasa berasal dari Mak Unah dan awalnya tidak menggunakan nama Sate Maranggi, tetapi Sate Panggang. Beliau juga tahu kalau sudah terdapat penjual sate di Plered yaitu Mang Udeng. Adapun daging yang digunakan untuk sate adalah daging sapi atau kerbau.

Untuk mengolah sate maranggi, terdapat dua bagian besar yang harus disediakan, yaitu bahan utama daging dan bahan bumbu yang menciptakan rasa sate khas sate maranggi dari Purwakarta.

Cara Mengolah dalam Membuat Sate Maranggi

Daging Sate Maranggi saat ini tidak menggunakan daging kerbau lagi, melainkan daging sapi dan daging domba. Penjual kuliner sate maranggi lebih utama menggunakan daging sapi. Sedangkan, daging domba digunakan beberapa tahun setelah adanya kuliner sate maranggi Purwakarta.

Bahan daging sapi digunakan mayoritas di wilayah Plered, sedangkan mayoritas daging domba dipakai di wilayah Pasawahan sampai Wanayasa.

Daging sate maranggi umumnya memiliki jumlah rata-rata potongan berjumlah empat iris. Adapun irisan daging mempunyai ukuran yang sama. Sate maranggi biasanya tidak memakai jeroan dalam setiap tusuknya.

Proses Mengolah Daging Maranggi, sebagai berikut:

  • Sebelum melakukan proses menusuk sate ke bambunya, daging sate diolah dulu untuk proses pengempukan dan pencampuran bumbu yang menjadi ciri khas sate maranggi.
  • Daging dibuat empuk dengan cara membungkus irisan daging menggunakan daun papaya. Kemudian didiamkan selama sekitar tiga jam.
  • Irisan daging yang telah empuk kemudian diberi bumbu penyedap yang terdiri dari gula merah dan garam. Prosesnya, gula merah dan garam dilumatkan hingga menyatu kemudian campur dan adukkan ke dalam irisan daging hingga merata.
  • Setelah bumbu diberikan, proses memasukkan irisan daging dilakukan ke tusukan satu per satu. Kemudian, tusukan sate diletakkan baskom dan siap dipanggang.Tunggu sampai matang, dan sate maranggi siap disajikan.

Sate Maranggi Purwakarta sangat terkenal dan menjadi kuliner yang dicari orang yang berkunjung ke sana. Makanan khas Jawa Barat ini banyak dijual di berbagai sudut Purwakarta. Dari berbagai tempat penjualannya, ada Kampung Maranggi atau Wisata Kuliner Sate Maranggi tempatnya di Kecamatan Plered.

Pengunjung bisa memilih sendiri tempat untuk menikmati makanan sate ini bersama keluarga. Lokasi wisata kuliner terdapat di jantung kota, di depan Kantor Kecamatan Plered atau di samping halaman Stasiun Kereta Api Plered.

Artikel menarik lainnya: 5 Jenis Ramuan Herbal Obat Tradisional yang Bermanfaat Mencegah Penyakit dan Meningkatkan Imun Tubuh

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *