Thu. May 30th, 2024
    permainan tradisional gasingpermainan tradisional gasing

    Kalau waktu kecil dulu, permainan tradisional gasing suka dimainkan bersama teman-teman. Siapa paling lama berhenti berputar, maka dia menjadi pemenangnya. Mainan ini seru dimainkan bersama, dan juga bisa dimainkan sendiri. Permainan gasing merupakan mainan yang berputar pada poros dan seimbang pada suatu titik setelah menarik talinya.

    Konon permainan gasing sudah lama sekali dan jenis mainan tertua dan terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Tetapi, anak-anak masa kini sudah sangat jarang yang memainkannya. Ngomong-ngomong ada yang masih ingat enggak permainan gasing ini.

    Perbedaan Permainan Tradisional Gasing dari Setiap Daerah

    Gasing mempunyai bentuk yang beragam sesuai daerahnya. Diantaranya berbentuk bulat lonjong, seperti jantung, kerucut, silinder, da nada pula seperti piring terbang. Jika dilihat dari bentuknya, gasing memiliki bagian kepala, badan dan kaki (paksi). Perbedaan permainan gasing, misalnya kalau di ambon memiliki kepala dan leher. Sedangkan gasing di Jakarta dan Jawa Barat bentuknya terdiri bagian kepala dan paksi yang terbuat dari paku atau logam. Sebutan permainan gasing dari setiap daerah pun berbeda-beda, antara lain:

      • Masyarakat Lampung menyebut Pukang.
      • Dari Kalimantan Timur menyebutnya begasing.
      • Di Maluku dinamakan Apiong.
      • Di Nusa Tenggara Barat biasa dikatakan Maggasing.
      • Sedangkan, masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Tanjungpinang dan Kepulauan Riau menamakannya permainan gasing.
      • Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan mengenalnya dengan Nama maggasingatau
      • Orang dari Jawa Timur menyebutnya gasing itu kekehan.

    Sebutan permainan tradisional gasing masih banyak lagi sesuai bahasa daerah masing-masing di Indonesia.

    Permainan gasing Cukup Dimainkan di Halaman Rumah

    Sebagian besar gasing terbuat dari kayu. Ada pula yang membuatnya dari plastik, atau jenis bahan lainnya. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing pada umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda tergantung pada panjang lengan orang yang memainkannya.

    Nah, permainan gasing bisa dimainkan oleh semua orang. Mau anak-anak, orang dewasa, laki-laki ataupun perempuan. Tetapi kebanyakan pemain gasing adalah anak laki-laki. Bermain gasing tidak memerlukan tempat yang luas sehingga bisa dilakukan di halaman rumah. Pemain bisa berjumlah 3 orang atau lebih. Asyiknya sih permainan tradisional gasing dimainkan secara bersamaan.

    Cara Memainkan Gasing

    Permainan gasing dipegang dengan tangan kiri, sementara tangan kanan memegang tali. Tali dililitkan dengan kuat pada gasing mulai bagian kaki gasing sampai badan gasing. Setelah semua siap memegang gasing, pada hitungan ketiga semua pemain bersamaan menarik kuat tali sehingga gasing terlempar dan berputar di tanah dengan mengeluarkan suara mendengung. Pada mulanya gasing akan berputar kencang dengan posisi kakinya di bawah. Tetapi lama kelamaan putaran akan melemah dan badan gasing jatuh ke permukaan tanah. Jatuhnya gasing kepermukaan tanah tidak bersamaan.

    Sehingga pemenangnya adalah anak yang gasingnya berputar paling lama diantara gasing lainnya. Dari permainan tradisional gasing, anak-anak bisa belajar tentang nilai kerjasama, kekompakan, kejujuran, melatih keterampilan dan ketangkasan. Kerjasama dan kompak diperoleh ketika mereka bermain bersama. Anak menjadi trampil dan tangkas saat berhasil membuat gasing berputar lebih lama dibandingkan gasing lainnya. Yuk ah, mari kita bermain gasing lagi, agar permainan tradisional ini tak lekang oleh zaman.

    Foto diambil dari beritahati.com

    Baca : MASA BELAJAR DI RUMAH, INI LOH MANFAAT INTERNET DIBIDANG PENDIDIKAN

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *