Budaya Indonesia

Meski Perih, Tetapi Aku Bangga Mengenakan Baju Batik Indonesia Ke Pernikahanmu

Saya ingat hari itu, saya datang dengan mengenakan baju batik Indonesia ke pernikahanmu. Hari terakhirku melihatmu dengan senyuman riang. Bukan untukku, aku tahu senyuman itu untuk ungkapan bahagia telah bersanding dengan suamimu. Meski, kau memberikan sedikit sisa senyum itu untukku. Langkah terakhir sebelum menginjak ke pelaminan itu, aku tak kuat menatap dirimu dan dirinya berdiri berdua menyambut diriku.

Kurapihkan baju batik Indonesia dari bagian kerah hingga bagian bawah. Kupaksakan menegakkan kepala dan menyimpulkan senyum. Padamu, bukan untuknya. “Selamat ya Wulandari,” kataku pelan, perih, sedih, lalu senyumku hilang. “Terima kasih mas sudah datang” itu kata suamimu. Sedangkan kamu hanya diam melihatku berlalu. Begitu saja.

Tahukah kau Wulandari baju batik Indonesia yang kau beli ini, mungkin terakhir akan kukenakan. Biarlah dia menjadi kenangan dan kusimpan dengan sebaik-baiknya diantara luka dan pedih yang kurasakan. Sedikit cerita kenangan masa lalu, ketika baju batik itu dibeli bersama dirimu di Jogja. Katamu baju dengan Batik yogyakarta motif ceplok yang kau pilih menjadi doa agar kita bersama di pelaminan.

Aku memakainya dan membuktikannya padamu, walaupun sekaligus menjadi hari terakhir kita bertatap muka, tanpa kata, tanpa makna, dan rasa duka. Kau di pelaminan bersama orang lain. Hari ini Hari Batik Nasional, dan aku mengenangmu. Semoga kau bahagia bersamanya di sana.

Mengenakan Baju Batik Indonesia, Meski Menjadi Kenangan Tetapi Tetap Bangga

Cerita tadi biarlah menjadi kenangan. Tahukah Anda, Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Penetapannya pertama kali pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menyetujui batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

UNESCO sebagai Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, telah resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Pengakuan tersebut sekaligus mengukuhkan secara internasional bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia.

Di Website UNESCO, dijelaskan bahwa baju batik Indonesia memenuhi kriteria sebagai Masterpieces of the Oral and Intagible Heritage of Humanity karena memiliki simbolisme yang kaya terkait dengan status sosial, komunitas lokal, alam, sejarah dan warisan budaya. Batik memberikan orang Indonesia rasa identitas sebagai bagian penting dari kehidupan mereka sejak lahir sampai mati; dan terus berkembang tanpa kehilangan arti tradisionalnya.

Diakuinya Batik Indonesia juga menjadi kontribusi untuk memastikan visibilitas warisan budaya tak benda di tingkat lokal, nasional dan internasional. Serta meningkatkan kesadaran tentang nilainya dan memotivasi praktisi, khususnya generasi muda, untuk melanjutkan praktik mengembangkan pengolahannya, seperti kain dan baju batik Indonesia.

Pengakuan tersebut juga sebagai apresiasi dari keaktifan Berbagai aktor seperti lembaga pemerintah dan non-pemerintah dan asosiasi berbasis masyarakat telah bersama-sama melakukan meningkatkan kesadaran, pengembangan kapasitas dan kegiatan pendidikan untuk melestarikan Batik Indonesia.

Pemerintah Menetapkan 2 Oktober Sebagai Hari Batik Nasional

Langkah selanjutnya atas pengakuan UNESCO tersebut, pemerintah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Waktu itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin Hari Batik Nasional ingin mendorong masyarakat agar terus mengembangkan batik nasional.

Kain dan Baju Batik Indonesia memang istimewa, karena dibuat dengan perpaduan teknik, simbolisme dan budaya dari masyarakatnya. Batik memiliki simbol kehidupan dari kelahiran bayi, keberuntungan anak, hingga kematian. Batik dibuat secara selektif dengan merendam kain dalam satu warna dan mengeluarkan lilin dengan air mendidih untuk memperoleh warna yang diinginkan. Keragaman pola batik juga menyimbolkan kaligrafi Arab, karangan bunga Eropa dan phoenix Cina hingga bunga sakura Jepang dan burung merak India atau Persia.

Hal yang menarik adalah, batik sering diwariskan dalam keluarga selama beberapa generasi dan sebagai identitas budaya. Ada makna simbolik warna dan desainnya yang mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas masyarakat Indonesia. Baiklah para pembaca budiman. Mari melestarikan Baju Batik Indonesia dan jangan lupa senyum hari ini.

Baca juga : Kata Kak Seto Harus Belajar dengan Gembira di Rumah Kok Ayah dan Bunda Marah Melulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *