Bisnis

Usaha Kerupuk Dorokdok Tumpuan Ekonomi Masyarakat Cibuntu Sukabumi

Anda pernah makan dan mengetahui industri kerupuk dorokdok sukabumi? Kerupuk dorokdok adalah kerupuk yang dibuat dari kulit sapi yang dikeringkan. Orang biasanya mengkonsumsinya menjadi cemilan dan menjadi lauk saat makan nasi. Bentuknya kecil-kecil menyerupai dan sebesar batu kerikil

Kerupuk Dorokdok biasanya dijual dibus, warung, dan pedagang keliling di wilayah desa dan kota di tanah sunda. Bagi Anda yang sering naik bus akan sering menemukan pedagang yang menjualkan kerupuk yang sangat renyah ketika dikunyah. Tahukah Anda siapa yang memproduksi kerupuk dorokdok tersebut dan bagaimana usahanya bisa berkembang hingga sekarang?

Usaha Kerupuk Dorokdok Dapat Ditemukan di Kampung Cibuntu Sukabumi

Industri kerupuk dorokdok adalah usaha rumah tanggga yang menjadi tumpuan perekonomian masyarakat kampung cibuntu, RT 01/ RW 01 Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Usaha tersebut berdiri sejak tahun 2006. Pendiri usahanya adalah Ibu Oyoh dan Bapak Papam. Menariknya, usaha ini berkembang dari nol dan tanpa karyawan. Pasangan tersebut terus memproduksi kerupuk yang diolah dari kulit sapi hingga memiliki karyawan.

Asal mula berpikiran merekrut karyawan, karena melihat begitu banyaknya tetangga mereka, terutama ibu-ibu tidak memiliki kegiatan. Kaum ibu tersebut mayoritas adalah istri petani yang memiliki banyak waktu luang. Maka, seiring perkembangan usaha, mereka mulai diberdayakan para ibu-ibu untuk bekerja di usaha kerupuk ini. Usaha kerupuk dorokdok pun semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang menjadi karyawan. Dari usaha kerupuk terebut kebutuhan ekonomi sebagian keluarga masyarakat Cibuntu pun dapat terpenuhi setiap hari.

Hingga saat ini, indutri rumahan kerupuk ini masih menjadi salah satu tumpuan perekonomian masyarakat di Kampung Cibuntu. Roda ekomomi tetap bertahan dan konsumen kerupuk dorokdok semakin bertambah. Buktinya, kalau kerupuk kering berwarna coklat muda tersebut selalu dapat ditemukan di warung, dijajakan pedagang keliling, dan dijual juga di warung nasi hingga restoran. Rasanya juga enak dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan atas.

Baca juga : Tubuh yang Dibiarkan Mati Dalam Kesendirian di Jalanan Kota Guayaquil Ekuador

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *