Baca Buku

Syarat Menjadi Saksi Nikah Dalam Islam, Jangan Sampai Tidak Tahu!

Syarat Menjadi Saksi Nikah Dalam Islam perlu diketahui bagi kamu yang akan berkeluarga. Calon pengantin yang akan menikah dalam waktu dekat harus mempersiapkan semua termasuk saksi nikah.

Syarat menjadi saksi nikah sangat penting dipelajari karena proses menikah adalah menghalalkan yang haram. Apabila salah satu syarat saja dalam sebuah pernikahan tidak dipenuhi maka, pernikahan akan tetap menjadi tidak sah.

Syarat Menjadi Saksi Pernikahan

Pembahasan mengenai pernikahan menurut pandangan Islam adalah menyatunya dua insan antara Laki-Laki dan Wanita. Pernikahan sah setelah diawali dengan Ijab Qobul. Sehingga dapat terhindar dari perzinahan yang dilarang oleh Agama atau Haram. Dua orang yang menikah diharapkan membangun keluarga sakinah, mawadah warohmah.

Adapun syarat menjadi saksi pernikahan yang harus dipenuhi, sebagai berikut:

  1. Kedua saksi dalam sebuah pernikahan harus sudah baligh.
  2. Harus orang yang berakal atau waras.
  3. Seorang laki laki.
  4. Saksi merupakan orang yang beragama Islam dan itu tidak bisa diganggu gugat.
  5. Saksi bukan merupakan orang yang fasik.
  6. Tidak boleh orang yang keterbelakangan mental, karena tidak bisa mempertanggungjawabkan kesaksiannya.
  7. Orang yang normal dalam pendengarannya yakni tidak tuna rungu.
  8. Saksi bukan orang yang mengalami kendala dalam penglihatannya atau orang tuna netra.
  9. Tidak boleh mengalami kelanian dalam bicara atau orang yang tunawicara.
  10. Orang yang paham akan bahasa yang di gunakan oleh wali nikah.
  11. Bukanlah orang yang daya ingatnya lemah.
  12. Dua orang saksi bukanlah wali satu satunya bagi sang mempelai wanita.

Demikian Syarat Menjadi Saksi Nikah Dalam Islam. Apabila tidak bisa memenuhi syarat itu semua sebaiknya tidak menjadi saksi nikah, karena apabila salah satu saja saratnya kawan kawan semua tidak bisa memenuhinya maka kawan kawan akan menggagalkan sebuah pernikahan.

Pernikahan dalam Pandangan Islam

Perintah Menikah dari Nabi Muhammad Saw, sesuai sabdanya, ” Hai para generasi muda, barangsiapa diantara kalian telah mampu Menikah maka menikahlah. Karena menikah dapat menundukan pandangan dan dapat menjaga kemaluan (Terhindar dari Zina). Tetapi barang siapa yang belum mampu menikah maka sebaiknya berpuasa karena bermanfaat pengekang atau mengendalikan syahwat (HR Jamaah)”.

Adapun Perintah Menikah juga tertulis dalam Firman Allah Swt ,”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yg lelaki dan perempuan. Apabila mereka Miskin, maka Allah akan memampukan mereka dengan kurunianya. Sesungguhnya Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui (QS An Nur, 32)”.

Selain itu, beberapa hal yang harus dipahami pasangan yang menikah adalah Rukun Nikah dan Syarat Sah Menikah. Karenasangat penting sekali harus diketahui. Adapun Keutamaan Menikah adalah mendapat pahalaApb dibandingkan orang muslim yang belum menikah. Seseorang yang berkeluarga, maka telah menyempurnakan setengah dari agamanya.

Artikel menarik lainnya: Hukum Warisan Anak Angkat dalam Agama Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *