Sun. Apr 14th, 2024
    Membuat perpustakaan keluargaMembuat perpustakaan keluarga

    Membuat perpustakaan keluarga di rumah itu penting, agar minat baca anak meningkat. Ingat bukan anak yang malas membaca, tetapi karena tidak adanya buku di dekatnya. Bagaimana anak mau rajin membaca kalau sarananya tidak punya. Minat baca yang rendah tidak cuma dialami dengan keluarga ekonomi rendah, dari ekonomi mapan nan mumpuni juga kok.

    Anak-anak lebih asyik bermain gadget dari pada membaca buku. Sedangkan orang tuanya lebih asyik belanja online daripada membuat perpustakaan keluarga. Padahal, membuat perpustakaan keluarga itu mudah sekali, ndak mahal, dan ndak pake ribet loh.

    Membuat Perpustakaan Keluarga Tidak Perlu Ruangan Khusus

    Ayah dan Bunda dapat meletakkan rak-rak buku di sudut ruangan rumah. Ada banyak toh tempat yang lowong dan sebenarnya bisa dijadikan tempat buku-buku. Upayakan ruangannya bisa dimasuki udara dan cahayanya juga baik. Agar sirkulasi udara bagus yang membuat anak-anak nyaman bolak-balik berada di perpustakaan keluarga. Anak dapat dilibatkan dalam membuat perpustakaan, seperti desain dan perempatan buku-buku. Suasana ruangan sebaiknya tidak menimbulkan kebisingan.

    Jadi, buat perpustakaan keluarga di ruangan yang tidak dekat dengan jalan raya, dapir, dan garasi. Jadi, enggak menganggu ketika anak membaca buku. Rak buku dihindarkan dari paparan sinar matahari langsung, agar koleksi buku tidak mudah rusak.

    Sehingga, bukunya awet dan tahan alama untuk dibaca turun-temurun. Ada banyak keluarga loh yang perpustakaannya diwariskan dari kakek, ke anak dan cucunya. Agar anak semakin gemar membaca, rak didesain tidak terlalu tinggi. Agar anak mudah menjangkau buku. Rak yang rendah membuat anak mudah memilih buku sendiri.

    Tambah Koleksi Perpustakaan Keluarga Secara Rutin

    Koleksi buku harus ditambah, agar anak tidak bosan membaca buku. Tidak mesti membeli buku baru kok. Koleksi buku bisa dimulai dari buku yang sudah ada, lalu bisa meminta saudara dan teman yang bukunya tidak dibaca lagi. Bilang saja, biar bukunya dibaca oleh anak-anak di rumah.

    Buku yang disimpan di perpustakaan keluarga sesuaikan dengan usia anak. Koleksi perpustakaan ndak harus buku melulu loh, Ayah dan bunda bisa menyumpan koleksi audio-visual, DVD, VCD, yang berisi suara dan film tentang kisah-kisah fiksi dan ragam pengetahuan. Anak sebaiknya dilibatkan dalam membeli buku dan koleksi lainnya. Jadi mereka merasa perpustakaan tersebut memang milik mereka. Jangan lupa atur koleksi buku sesuai tema dan judulnya, agar anggota keluarga mudah dalam mencari buku yang ingin dibaca.

    Tips Meningkatkan Minat Baca Anggota Keluarga

    Perpustakaan di rumah ada, tetapi anak-anak tidak suka membaca. Ayah dan bundanya suka membaca buku juga tidak. Kalau tidak, jadilah contoh bagi anak-anak. Maka, harus memulai membaca buku agar dicontoh oleh anak-anak. Ajak anak membaca buku dan menceritakan kembali tentang isi cerita dari buku tersebut. Agar suasana tidak membosankan dalam membuat perpustakaan keluarga, sediakan juga alat tulis untuk kegiatan anak dalam menulis dan menggambar.

    Anak bisa menuangkan hasil bacaannya dengan tulisan atau menggambar. Jadi, daya imajinasinya juga dapat meningkat. Kalau bisan membaca buku di rumah, Ayah dan Bunda tidak ada salahnya mengajak anak berkunjung ke perpustakaan di luar rumah atau berkunjung ke toko buku. Anak-anak bisa membaca buku di mana saja, tidak hanya di di dalam rumah.

    Anak akan lebih mudah memami isi buku, kalau dia rajin membaca. Dia akan lebih mudah menuangkan isi pikirannya dalam bentuk tulisan maupun gambar. Hal yang lebih penting, anak memiliki daya nalar lebih baik dalam bernalar dan memikirkan sesuatu hal.

    Baca juga : Betapa Pentingnya Peran Ayah Bagi Anak

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *