Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Baca buku yuk

Persyaratan Perpanjangan SIM yang Mudah dan Mengurusnya Bisa Sambil Membaca Buku

Mendengar kantor kata kantor polisi itu bikin perasaan sedikit agak merinding, padahal kita cuma ingin mengurus persyaratan perpanjangan SIM. Sebagian orang dan saya pribadi sendiri merasa sangat tidak nyaman dan seolah telah membuat kesalahan. Kalau bisa tidak perlu berurusan di kantor polisi.

Ketakutan tanpa alasan, karena paradigma saya terhadap kantor polisi itu adalah “tempatnya orang masuk bukan untuk keluar” artinya hanya bagi orang yang punya kesalahan atau tindak pidana.

Ekspetasi saya di dalam kantor polisi sebagai tempatnya orang-orang jahat yang ditahan. Polisi bekerja untuk mengrurusi orang-orang yang melanggar/ tindak pidana di dalam satu gedung. Ngeriii ngeriii, hehe… Hingga akhirnya, saya harus datang ke kantor polisi dan persepsi saya berubah seratus delapan puluh derajat.

Mengurus Persyaratan Perpanjangan SIM itu Mudah Seperti Gampang Kita Membaca Buku

Hari ini (08/03), saya berkesempatan masuk ke salah satu markas polisi di Sukabumi, tetapi bukan untuk mengurus tindak pidana. Saya ingin mengurus persyaratan perpanjangan SIM. Kebetulan SIM C saya akan habis masa berlakunya. Tidak mau jantung berdebar-debar dan tak mau berurusan dengan polisi, maka SIM C harus diurus sebelum masanya habis.

Gedung polisi yang saya masuki adalah bangunan Kantor Polisi bagian Satlantas yang diresmikan sejak setahun silam. Saya menginjakkan kaki pertama kali di dalamnya untuk mengurus perpanjangan SIM saya.

Alur perijinan dan mengurus persyaratan perpanjangan SIM C sangat mudah. Jujur saja tidak seperti yang saya bayangkan, kalau mengurus SIM itu ribet. Mengurus SIM C itu mudah, enggak seberat yang kamu bayangkan Dilan.

Berikut saya terangkan langkah-langkahnya

  1. Siapkan KTP asli dan SIM asli yang mau diperpanjang dan juga fotocopynya satu per satu.
  2. Siapkan surat keterangan sehat dari dokter dengan pemeriksaan kesehatan rohani, psikologi, buta warna, dan berkacamata. Harganya murah sekali hanya Rp30.000 di dokter umum yang telah ditunjukkan oleh petugas sebelum masuk kantor Satlantas.
  3. Pendaftaran dengan menyertakan syarat-syarat 1 & 2 dan menunggu panggilan. Setelah biodata dianggap lengkap, selanjutnya dimasukan ke database Satlantas.
  4. Pembayaran dilakukan di kasir BRI setelah biodata diisi lengkap ke database. Lalu, dipersilahkan membayar Rp75.000 ke kasir BRI untuk perpanjangan SIM C dan Rp80.000 untuk pembayaran SIM A.
  5. Pengisian data manual diserahkan ke tempat pengambilan photo dan sidik jari.
  6. Menunggu antrian pencetakan SIM yang sedang diproses.

Tahap mengurus persyaratan perpanjangan SIM di atas khusus untuk perpanjangan SIM ya. Kalau pembuatan SIM baru hampir sama, tetapi ada ujian tertulis dan ujian prakteknya. Kamu, harus mengikuti ujian supaya lulus proses selanjutnya lancar.

Proses yang mudah, cepat, nyaman, dan pelayanan yang nyaman membuat saya merasa bahagia dengan pengalaman sendiri tersebut. Apalagi, orang yang ingin memperpanjang SIM ternyata bisa sambil membaca buku saat menungu antrian. Ingat hindari calo saat mengurus SIM C atau memperpanjang SIM A.

Baca juga :

3 HAL YANG MEMBUATMU WASPADA TINGGAL DI SUKABUMI

MENOLAK VAKSIN MR KARENA HARAM, BIDAN SARANKAN TIDAK DIANESTESI KARENA TIDAK BERLABEL HALAL

Membaca Buku Sambil Mengurus SIM C? Kenapa Tidak!

Pojok Buku di Kantor Sanlantas Kepolisian Sukabumi.
Pojok Buku di Kantor Sanlantas Kepolisian Sukabumi.

Percayalah lebih baik menghindari calo. Meskipun di depan gedung sudah ada plang anti calo, namun mereka bisa beredar dimana saja, hahaha… Kalau kita mengikuti prosedur itu, mengurus SIM itu sangat mudah dan cepat cepat sekali, kecualia kecuali ada oknum pertugas “nakalâ” ya mungkin agak di persulit, hehehe…

Dalam proses menunggu saya sempat melihat-lihat sekitar gedung baru Satlantas tersebut. Arsitektur bangunan Satlantas Sukabumi sangat indah dan bersih. Sejujurnya, saya pribadi kaget sekali termyata banyak ruang publik di dalam gedung, salah satunya yaitu pojok baca.

Baru kali ini saya mengetahui di dalam kantor polisi ada tempat umum untuk orang membaca yaitu pojok baca. Tempatnya rapih, penataan bukunya sangat baik, namun sayangnya sepei pembaca buku. Orang yang ingin memperpanjang SIM lebih suka menggunakan gadgetnya, daripada membaca buku.

Saya sempat membuka buku-buku yang ada di pojok baca tersebut. Jumlahnya memang masih terbatas dan perlu diperbanyak lagi kolekasi bahan bacaanya, supaya bisa menarik orang untuk melihat dan membacanya. Asyik kan kalau kantor perlayanan dari pihak kepolisian memiliki pojok baca. Namun, menurut saya agar bukunya tidak menganggur alias kesepian.

Pihak kepolisian juga perlu membuat tulisan berupa ajakan membaca buku dan baca buku gratis. Agar pembaca buku di ruang publik seperti di kantor polisi semakin banyak. Membaca buku itu mudah kok, kamu-nya aja yang malas.

Penulis: Toed Sabumi

Salam Literasi

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close