Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Baca buku yuk

Mengenang Habibie Bukan dengan Menerbangkan Pesawat Kertas Tetapi Membaca Buku

Setelah Habibie meninggal, ada begitu banyak sekolah mengajak siswanya mengenang BJ Habibie dengan menerbangkan pesawat terbang. Itu bagus, tetapi tidak cukup. Karena kemampuan BJ Habibie bisa membuat pesawat terbang itu sebenarnya dari membaca buku. Baca buku yang banyak hingga kurang mengobrol sama orang lain. Alasannya, membaca itu perlu konsentrasi dan tentu saja waktu yang panjang, jadi kurang bersosialisasi dengan orang sekitarnya.

Tidak sedikit pula orang tua yang berdoa anaknya ingin menjadi Habibie, tetapi enggak pernah membimbing anaknya belajar, mewarnai hidup anaknya dengan ilmu pengetahun, malah yang ada cuma marah waktu tahu anaknya tampak tertinggal pelajaran. Tidak, bukan begitu jangan marah sama anak yang tertinggal pelajaran, tetapi tunjukkan kasih sayang Anda.

Ayah Habibie itu selalu mengajak anaknya berkegiatan dan menjawab beragam pertanyaan yang keluar dari mulut anak-anaknya. Sedangkan Ibundanya digambarkan sebagai sosok emak yang bersumpah memberikan pendidikan yang maksimal dan terbaik bagi anak-anaknya.Terbukti sumpah itu terbayarkan, Habibie kuliah di eropa dan mengakhiri dedikasi hidupnya dipuncak jabatan sebagai Presiden Indonesia.

Ayah dan Bunda ingin Mengenang Habibie, Ajak Anak Rajin Membaca Buku Bukan Cuma Bikin Pesawat Kertas

Kalau membaca ragam artikel di buku, media online, dan melihat Video Habibie di youtube, kesan utama dari kehidupannya adalah ahli teknologi pesawat terbang. Namun, kalau ditarik jauh ke belakang kesan spesial dari Habibie adalah kemampuannya membaca dan memahami isi buku. Beliau bisa menghabiskan sebagian besar waktunya dengan membaca buku sejak kecil.

Dikutip dari bobo.grid.id, Presiden ke-3 BJ Habibie mempunya perpustakaan sendiri dengan nama Perpustakaan Habibie & Ainun. Lokasinya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan tepat di belakang rumahnya. Sosok laki-laki cerdas yang senang dipanggil Eyang Habibie sendiri membangun perpustakaan dua lantai dengan koleksi buku sekitar 5.000 buku. Banyak ya bukunya. Kalau Anda punya berapa buku?

Kepemilikan perpustakaan pribadi membuat Habibie dapat membaca buku kapan saja. Apalagi ruangan dari bangunan perpustakaan kabarnya didesain atas ide Ibu Ainun yang membuat orang betah berada di dalamnya.

Baca juga :

Asyiknya foto Seru di Rumah Fantasi Sukabumi

Membaca Buku Bersama Anak Kita Yuk!

Membaca Buku Bersama Anak Kita Yuk!

Kabarnya buku-buku di sana belum boleh dipinjamkan, tetapi akan dapat diakses secara digital, melalui website resminya. Eyang Habibie sudah merencanakan perpustakaan tersebut dibuka untuk umum. Alasannya, tanah dan bangunan tersebut persembahan dari negara karena beliau pernah menjabat sebagai Presiden. Sehingga, ingin perpustakaan itu dapat diakses oleh khalayak nantinya.

Jadi Ayah dan Bunda mari ajak anak-anaknya membaca buku sebanyak-banyaknya kalau ingin menjadi generasi seperti Habibie. Jangan lupa ajari pula si kecil mencintai negerinya sejak dini. Agar kelas menjadi sosok cerdas dan berbakti bagi Indonesia hingga akhir Hayatnya. Seperti BJ Habibie, Hidup dan matinya untuk Indonesia.

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close