Bukan Sekedar Program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) Di Sukabumi, Kang Ridwan Kamil Butuh Pendekatan Ekstra

kotak literasi cerdas ridwan kamil
kotak literasi cerdas ridwan kamil

Di akun fanpage resminya, Gubernur Jawa Barat mempublikasikan tentang Program street Library atau Kotak Literasi Cerdas (KOLECER) yang pertama kali diadakan di Kota Bogor. Dia pun berjanji nantinya program Kolecer tersebut juga akan diterapkan di 27 Kota/ Kabupaten Se-Jawa Barat.

Lokasi penempatan buku-buku tersebut di trotoar/taman dan ruang-ruang tunggu pelayanan publik. Dituliskan pula bahwa program yang dilaunching resmi di oleh Bima Arya  juga mendapat dukungan oleh Najwa Shihab dan Andy Noya sebagai sponsor. Program tersebut tentu saja menarik karena Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi turut andil dalam meningkatkan minat baca di Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jabar telah menyediakan anggaran untuk membuat kotak kolecer sebagai wadah buku untuk 27 Kabupaten Kota. Sekaligus berharap, kegiatan tersebut dapat ditiru pemerintah tingkat dibawahnya untuk membuat di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Kang Emil berharap program tersebut membuat generasi Jawa Barat bisa menjadi makin cerdas, pintar dan tidak mudah dibohongi. Tetapi, mungkinkah program tersebut dapat berhasil? Maksudnya bukunya dibaca tidak ya Kang Emil?

Baca juga: Kegelisahan Alissa Wahid dari Kasus Pemakaman Warga Katolik Yogyakarta

Mampukah Program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) Meningkatkan Minat Baca Anak-Anak?

Sebagai pelaku dunia literasi di Sukabumi, Sabumi Volunteer tentu saja mempertanyakan efektivitas program tersebut. Mampukah program Kotak Literasi Cerdas tersebut mengangkat minat baca yang katanya diurutan 60 dari 61 negara? Kok tampaknya meragukan ya.

Jadi begini, begitu parahkah minat baca anak-anak Indonesia? Selain pertanyaan tersebut tentu menggali permasalahan yang ada di tingkat akar rumput. Bukan sekedar menebar rumput saja, nanti kambing semata yang memakannya.

Kang Emil begitu yakin kalau programnya bakal meningkatkan minat baca dan mendekatkan buku kepada masyarakat. Tetapi kan wahai gubernur kami yang baru, tidak semudah itu juga. Apa masalahnya?

  1. Warga enggan baca di kantor desa dan kecamatan. Kita tahu kok, kalau sebagian kantor desa dan kecamatan sudah memiliki perpustakaan. Tetapi ya warga enggak baca buku di sana. Karena mereka tahu kalau kantor itu fungsinya buat urusan administrasi kependudukan. Program baca-membaca buku itu juga bukan program sederhana juga.
  2. Bikinlah Perpustakaan Warga hingga tingkat kampung. Sabumi Volunteer sudah membuktikan mendirikan taman baca/rumah baca lebih baik didirikan di tengah lingkungan tempat tinggal masyarakat. Selain itu, dibutuhkan sosok-sosok yang mau menjadi “tokoh” literasi di kampung. Tokoh literasi kampung itulah nanti yang mengajak anak-anak membaca buku.
  3. Bikinlah gerakan-gerakan membaca atau dunia literasi yang mengajak pemuda dari kampung/desa untuk berperan aktif. Pemuda-pemuda kampung itu yang menjadi agen sebagai orang-orang yang mengajak anak-anak membaca buku. Mereka pula yang berperan mengkampanyekan bahwa membaca buku itu penting.

Soalnya, kalau cuma membuat seperti kotak literasi cerdas (kolecer) begitu saja dijamin ndak bakal berhasil. Kotak literasi cerdas itu bisa-bisa menjadi artepak semata. Iya programnya ada, tetapi tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Maka dari itu, kenalkan tentang program terebut sampai ke jantung hati warga Jawa Barat. Agar mereka tahu gubernurnya itu tak hanya ganteng namun peduli terhadap dunia literasi juga.

Baca juga: Suara Dari Sabumi Volunteer Relawan Literasi Sukabumi

Oh ya Kang Emil, jangan lupa pula mengajak Bunda Literasi ke kampung-Kampung ya, terutama ke Sukabumi. Biar dia tahu kalau di Sukabumi ada loh Relawan Sabumi Volunteer yang berupaya sekuat tenaga membangun rumah baca/ taman baca hingga ke daerah pelosok.

Singkat kata, Sabumi Volunteer mendukung kegiatan Kang Emil, namun jangan lupa butuh pendekatan yang lebih membumi agar program literasi terebut berjalan baik. Jangan lupa pula melibatkan warga lokal, karena mereka yang mengetahui lebih baik kondisi minat baca di tempat tinggalnya.

 

Ditulis Oleh Iponk dan Phadli Sabumi

Demi Dunia Literasi Sukabumi dan Jawa Barat yang Lebih Baik.

 

 

 

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Bahagia Liburan di Taman Sempur Bogor - Sabumi Sukabumi
  2. Melihat Alun-Alun Cianjur yang Cantik Dari Dekat - Sabumi Sukabumi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.