Bagaimana Dampak Pekerjaan Rumah Bagi Anak-anak?

dampak pekerjaan rumah

Dampak pekerjaan rumah bagi anak-anak terkadang menjadi momok tersendiri. Mereka menjadi tertekan, karena terlalu banyak PR yang harus diselesaikan dan diperiksa di sekolah esok hari. Pekerjaan rumah menjadi mulai mengambil alih waktu bermain dan libur akhir pekan anak-anak. Ketika anak mulai takut sekolah, Orang tua mungkin harus bertanya, apakah PR tersebut menjadi beban bagi anak Anda.

Pekerjaan Rumah dapat membuat stres anak-anak kita dan kita harus mengetahui bagaimana dampak pekerjaan rumah bagi anak-anak, terutama yang masih duduk di sekolah dasar. Berikut ini hasil penelitian akademis tentang  pekerjaan rumah dengan mewawancarai para pendidik, orang tua dan anak-anak. Penelitinya bernama Kalish berkerjasama dengan Sara Bennett menuliskan hasilnya di buku dengan judul, berikut hasil termuan mereka:

Baca juga: Sudah Pernah Mendengar Tentang Menulis 5W 1H, Tetapi Kalau Tidak Niat Bercerita Tiada Gunanya

Bagaimana dampak pekerjaan rumah yang terlalu banyak banyak berdampak negatif pada anak-anak?

Pekerjaan rumah membuat mereka tidak punya waktu untuk menjadi anak-anak lagi. Tugas sekolah membuat mereka menjadi sangat sibuk. Belajar terlalu sering dengan menyelesaikan pekerjaan rumah malah bukan pengalaman positif. Dampak Pekerjaan rumah yang berlebihan juga memengaruhi kehidupan keluarga. Ada banyak anak-anak bahkan terganggu waktu makannya, karena harus mengerjakan PR.

Mereka juga menjadi jarang berinteraksi dengan orangtua mereka. Kalau pun meminta bantuan orang tua untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tak jarang malah membuat keributan. Orang tua tak bisa membantu dan anak malah disalahkan karena tampak bodoh tidak bisa menyelesaikan tugasnya sendiri.

Apakah Tanda-Tanda bahwa PR Anak Anda mungkin Terlalu Banyak?

Jika anak Anda mulai membenci sekolah, tanyalah pada mereka mungkin salah satunya karena bermasalah tidak mampu mengerjakan PR. Mereka mulai memikirkan akan dimarahi oleh gurunya di sekolah. Bahkan tak jarang malah dibully teman-temannya.

Anak menjadi tertekan, sementara tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya. Ketika setiap hari PR semakin bertambah, sementara tugas lainnya belum diselesaikan dengan baik. Hal itu menjadi seperti menumpuk persoalan yang mungkin tak selesai hingga hari kiamat. Bantulah mereka dan jangan malah turut menekan dan memaksa mereka untuk menyelesaikan tugas sekolah mereka.

Baca juga: Memberikan Perlindungan Pendidikan yang Terencana Bagi Anak-Anak Anda

Apa yang bisa dilakukan orang tua?

Pertama, berbicaralah dengan guru anak Anda dengan pertimbangan demi yang terbaik untuk anak Anda. Guru mungkin tidak menyadari anak menjadi stres disebabkan oleh pekerjaan rumah dan menilai tugas yang diberikan mudah untuk diselesaikan.

Kedua, Anda juga bisa berbicara dengan kepala sekolah tentang kekhawatiran Anda. Kepala sekolah mungkin setuju dan mengatur cara pembelajaran agar dampak pekerjaan rumah yang terlalu banyak tidak membebani para siswa. .

Anda mungkin perlu melibatkan orang tua lain dan pergi ke dewan sekolah. Kalau sekolah melibatkan dewan atau komite sekolah dalam pengembangan metode pembelajarannya, orang tua bisa mengusulkan untuk mengurangi beban pekerjaan rumah.

Sekolah adalah tempat anak untuk menggapai pengetahuan, bukan untuk membebani hidup mereka. Anda pernah merasakan duduk di bangku sekolah dan perhatikanlah kondisi anak-anak terhadap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.