Komunitas Egrang Sukabumi, Mengenalkan Permainan Tradisional Egrang

Egrang Sukabumi Cibiru Cicantayan

“Permainan tradisional egrang Sukabumi? Egrang nu kumaha mang? Pertanyaan tersebut yang dilontarkan anak-anak pertama kali ketika dikenalkan permainan Egrang Sukabumi di Rumah Baca Bambu Biru. Permainan ini ternyata tidak dikenal oleh sebagian besar dari anak-anak.

Syukurnya, ada beberapa anak yang masih mengenal dengan nama lokal yaitu “jajangkungan”. Permainan Egrang pun dikenalkan kepada mereka. Kejadian tersebut persis dua tahun yang lalu , ketika Rumah Baca Bambu Biru baru berdiri pada Bulan Januari 2018.

Sebelumnya,mereka tidak pernah memainkan permainan ini. Awal mula masih sebagian besar masih bertanya, “Egrang teh nu kumaha?” (Bagaimana permainan egrang itu?). Pengelola Rumah Baca Bambu Biru pun segera membuat egrang untuk dimainkan seminggu kemudian.

Setelah egrang dibuat, anak-anak dari Kampung Cibiru pun mencoba memainkannya. Permainan egrang ini ternyata seru!

Baca juga : Pemuda Laskar Sampah Butuh Mobil Pengangkut Sampah yang Tidak Mudah Rusak

Egrang Sukabumi, Permainan Tidak Asing Bagi Anak-anak era 1990an

Bermain Egrang di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi
Bermain Egrang di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi

Permaian egrang atau jajangkungan ini ternyata tidak asing bagi mereka yang menikmai masa kecil tahun 1990an. Menurut Pibsa, ketua pengelola Rumah Baca Bambu Biru, “Saya mah biasa dari kecil main jajangkungan ini”.

Apalagi, kampung Cibiru, Cicantayan, Sukabumi dikenal sebagai penghasil bambu. Kehidupan keseharian dan permainan anak-anak tentu tidak jauh dari permainan yang terbuat dari bamboo.

Kalau mau membuatnya, ank-anak tinggal mencari dan memotong bambu dari hutan. Masa lalu, itu mulai tergurus jaman, sehingga egram menjadi permainan tak lazim dimainkan di Kampung Cibiru.

Tahukah Kamu Ada Beberapa Nama Lain Egrang di Daerah Lainya?

Komunitas Egrang Sukabumi, Cibiru, Sukabumi
Komunitas Egrang Sukabumi, Cibiru, Sukabumi

Egrang merupakan permaian tradisional yang dibuat dari dua batang bambu. Lingkaran bamboo yang digunakan seukuran lenan orang dewasa dan dibawahnya terdapat tumpuan dengan bahan bamboo yang lebih besar.

Egrang dibuat dari bahan batang mambu dengan panjang sekitar 2,5 m dan panjang tumpuan 50 cm (diperkirakan untuk telapak kaki). Lebar tumpuan diperkirakan sekitar 20 cm.

Egrang bisa dibuat dengan ukuran badan si pemain atau sesuai dengan ukuran panjang tubuh dari seseorang. Ada juga yang membuat Egrang hingga 4 m. Seperti egrang yang dimainkan oleh pemain sirkus.

Egrang Sukabumi, Mulai Disenangi Anak-Anak Rumah Baca Bambu Biru

 Anak Perempuan Menjadi Bagian dari Komunitas Egrang Sukabumi
Anak Perempuan memainkan permainan tradisional egrang

Menariknya, setelah dikenalkan kembali, egrang mulai dikenali oleh anak-anak rumah baca bamboo biru.  Mereka sangat antusias ingin mencoba, hingga memainkan egrang sampai mahir.

Anak-anak rumah baca bambu biru tidak hanya bisa berjalan dan berlari dengan permainan tradisional egrang, mereka juga bisa menari menggunakan egrang. Hal yang sunggu menarik adalah permainan egrang bukan hanya untuk laki-laki, anak perempuan tidak kalah mahir bermain.

Ya perempuan memiliki hak dan kemampuan yang sama dalam bermain egrang. Anak perempuan tampak tidak ragu memainkan egrang layaknya anak laki-laki.

Baca juga : Gerakan Nusantara Terdidik, Bukti Mahasiswa dari Sukabumi Peduli Pendidikan di Pelosok

Korang Bumi Cara Rumah Baca Bambu Biru Mempertahankan Permainan Tradisional Egrang

Aksi Seni Pertunjukan Komunitas Egrang Sukabumi di Festival Gunung Sunda Sukabumi
Aksi Seni Pertunjukan Komunitas Egrang Sukabumi di Festival Gunung Sunda Sukabumi

Setelah anak-anak semakin tertarik dengan permainan egrang. Permaian ini semakin menjadi bagian keseharian dari anak-anak di Kampung Cibiru, Cicantayan, Sukabumi. Anak-anak terbukti sangat antusias dengan permainan egrang ini.

Oleh karena itu, pengelola Rumah Baca Bambu Biru pun berinisiatif membuat komunitas. Mereka membuat Komunitas Egrang Sukabumi (Korang Bumi). Komunitas yang mengenalkan permainan egrang dan permainan tradisional lainnya.

Rumah Baca Bambu Biru sebagai pelopor komunitas ini. Tujuan Korang Bumi dibentuk, agar permainan tradisional tidak digerus oleh jaman. Egrang Sukabumi dan permainan tradisional lainnya tetap dipertahankan oleh anak-anak jaman sekarang.

Anak-anak Rumah Baca Bambu Biru membuktikan permainan tradisional ini layak terus dikembangkan. Pengelola menyebutkan mereka sudah sering tampil dari berbagai event di Sukabumi, seperti Festival Gunung Sunda dan Pembukaan Taman Kota di Sukabumi.

Media cetak dan televisi juga sudah sering melakukan peliputan tentang Komunitas Egrang Sukabumi. Liputan televisi pernah dilakukan ketika diadakan Festival Egrang Sukabumi di Kampung Cibiru, Cicantayan.

Kegiatan yang dilakukan Rumah Baca Bambu Biru dari Kampung Cibiru, Cicantayan, Sukabumi layak diapresiasi karena mempertahankan budaya lokal. Bahkan, Kampung Cibiru telah ditetapkan sebagai Kampung Egrang oleh pemerintah desanya.

Hal yang cukup layak dibanggakan, karena masih ada anak-anak yang gemar memainkan permainan tradisional  egrang diantara gencarnya permianan dengan teknologi yang tidak bisa ditolak oleh jaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *