Literasi untuk Negeri

Berbagai bentuk dan macam pergerakan literasi mulai banyak muncul. Berbagai kalangan konsen dan peduli akan pendidikan generasi negeri ini. Segala bentuk pergerakan itu pasti lah mempunyai latar belakang serta tujuan. Untuk suatu keberhasilan sesuai dengan visi dan misi sebuah pergerakan itu sendiri.

Begitu pun dengan perjuangan Sabumi Volunteer. Kami berupaya berjuang mengangkat lagi minat membaca dalam lingkungan masyarakat. Terutama, bagi anak-anak usia sekolah sesuai dengan prioritas perjuangan. Sebagaimana anak-anak adalah cikal bakal atau bibit generasi negeri yang patut kita bantu. Mari wujudkan semua mimpi serta cita-citanya mereka untuk masa depan gemilang.

Dalam beberapa bulan terakhir kawan-kawan disini telah berhasil mensupport pendirian beberapa taman baca untuk masyarakat. Kegiatan yang diawali pendampingan langsung tentang betapa pentingnya kehadiran sebuah taman baca di wilayah nya masing-masing.

Budaya Gotong Royong

Dengan mengangkat lagi budaya gotong royong semua bentuk proses berdirinya Taman baca. Kami selalu menerapkan sistem swadaya masyarakat yang dilakukan atas dasar kebersamaan,

“Dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat”.

Disini peran relawan sangat membantu dalam hal pengadaan buku serta properti edukatif lainnya. Semua buku-buku tersebut diperoleh dari hasil saling bantu membantu nya antar jaringan semua komunitas diantara para relawan.

Para relawan semua selama ini bergerak  mandiri dengan sitem pengelolaan secara mandiri pula, berjalan konsisten beriring jalan dengan kegiatan pemerintah. Subumi Volunteer tidak mau bergantung program pemerintah. Kalau mau bersinergi pasti menyambutnya dengan catatan biarkan kami melakukan dengan cara kami sendiri. Biar kami menunjukkan hasil dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas,cterutama anak-anak.

Semua untuk Masyarakat Pelosok Sukabumi

Masyarakar di pelosok kehabisan waktu untuk mengeluh tentang PENDIDIKAN anak mereka. Mereka tidak punya waktu untuk pasrah atas penyakit yang dideritanya. Tiada lagi  harapan untuk menagih hak mereka. Mereka tidak lagi peduli akan janji-janji yang tak ditepati dari oleh penguasa Negeri.

Sedangkan kita tak pernah tahu sampai kapan kita bisa menikmati waktu, karena tak akan pernah habis dibagi, jika belum waktunya.  Semoga kita selalu dapat membaginya sampai langkah terhenti di lubang pintu menuju dunia yang Kekal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *